Kaya Nutrisi dan Minim Karbon Buah Sukun Superfood Lokal

  • 15 Jul 2026 21:43 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID Biak – Di tengah meningkatnya perhatian terhadap pola makan sehat dan keberlanjutan lingkungan, buah sukun kembali mencuri perhatian sebagai salah satu pangan lokal yang memiliki potensi besar. Tidak hanya kaya nutrisi, sukun juga dikenal sebagai tanaman yang ramah lingkungan karena memiliki jejak karbon yang relatif rendah dibandingkan sejumlah sumber pangan lainnya.Di lansir dari good news froom Indonesia.

Buah sukun (Artocarpus altilis) telah lama menjadi bagian dari konsumsi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di kawasan timur seperti Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara. Meski kerap dipandang sebagai pangan tradisional, kandungan gizinya menjadikan sukun layak disebut sebagai superfood lokal.

Dalam setiap 100 gram daging buah sukun, terkandung karbohidrat kompleks yang menjadi sumber energi, serat pangan yang baik untuk kesehatan pencernaan, serta berbagai vitamin dan mineral seperti vitamin C, kalium, magnesium, dan vitamin B. Buah ini juga rendah lemak, bebas kolesterol, dan memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan beberapa sumber karbohidrat olahan, sehingga dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin menerapkan pola makan lebih sehat.

Selain nilai gizinya, sukun juga memiliki keunggulan dari sisi lingkungan. Pohon sukun merupakan tanaman tahunan yang mampu tumbuh produktif selama puluhan tahun tanpa memerlukan pengolahan lahan secara intensif setiap musim tanam. Sistem perakarannya membantu menjaga struktur tanah, sementara tajuk pohonnya berperan dalam menyerap karbon dioksida dari atmosfer.

Para ahli menyebut tanaman tahunan seperti sukun berkontribusi terhadap upaya mitigasi perubahan iklim karena mampu menyimpan karbon dalam biomassa pohon dan tanah. Dibandingkan tanaman pangan semusim yang memerlukan pembukaan lahan dan pengolahan tanah secara berulang, budidaya sukun dinilai lebih efisien dalam penggunaan sumber daya sekaligus menghasilkan emisi gas rumah kaca yang lebih rendah.

Di Indonesia, potensi pengembangan sukun masih sangat besar. Tanaman ini dapat tumbuh di berbagai kondisi agroklimat tropis dengan perawatan yang relatif sederhana. Produktivitasnya juga cukup tinggi, di mana satu pohon dewasa mampu menghasilkan puluhan hingga ratusan buah setiap musim, tergantung varietas dan kondisi lingkungan.

Sukun memiliki fleksibilitas dalam pengolahan. Selain dikonsumsi dengan cara direbus, digoreng, atau dipanggang, buah ini juga dapat diolah menjadi tepung, keripik, kue, mi, hingga berbagai produk pangan inovatif yang memiliki nilai tambah ekonomi.

Pengembangan sukun sebagai pangan lokal dinilai sejalan dengan upaya diversifikasi pangan nasional yang selama ini masih bertumpu pada beras dan gandum. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang melimpah, masyarakat tidak hanya memperoleh alternatif pangan bergizi, tetapi juga turut mendukung sistem pangan yang lebih berkelanjutan.

Melalui pengelolaan yang tepat, buah sukun berpotensi menjadi komoditas unggulan yang mendukung ketahanan pangan, meningkatkan pendapatan petani, sekaligus berkontribusi terhadap upaya pengurangan emisi karbon. Dengan segala keunggulannya, sukun bukan sekadar buah tradisional, melainkan aset pangan masa depan yang layak mendapat perhatian lebih luas sebagai superfood lokal Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....