Jelajahi 193 Negara, Pria Ini Temukan Kopi Terenak di Sudan, Afrika Timur
- 29 Apr 2026 09:04 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak - Bagi kebanyakan orang, Sudan mungkin bukan destinasi pertama yang terlintas saat membayangkan secangkir kopi terbaik. Tapi bagi Barry Hoffner, justru di situlah petualangan rasa sesungguhnya dimulai.
Barry Hoffner, mantan bankir asal California, Amerika Serikat, telah menginjakkan kaki di 193 negara di seluruh penjuru dunia. Perjalanan panjang ini bukan sekadar mengejar cap paspor melainkan sebuah pencarian makna yang lahir dari kesedihan mendalam setelah ia kehilangan sang istri pada 2017.
"Saya sudah sering bepergian sebelumnya, tapi saat pandemi, saya memutuskan untuk mengunjungi setiap negara. Setelah itu, banyak hal berubah bagi saya," ujar Hoffner sebagaimana dikutip dari New York Post edisi 27 April 2026.
Dari ratusan pengalaman kuliner yang ia jalani, dua destinasi justru mencuri perhatiannya paling besar dan keduanya mungkin akan membuat banyak orang terkejut.
Kopi Rasa Jahe dari Sudan
Di tengah reputasi Sudan sebagai wilayah yang kerap dilanda konflik, Hoffner justru menemukan sesuatu yang hangat dan mengejutkan: secangkir kopi yang diseduh bersama bubuk jahe.
"Pertama kali saya memesan kopi, rasanya berbeda. Mereka menyeduhnya dengan bubuk jahe, dan rasanya sangat enak," katanya. Kombinasi yang sederhana namun menghadirkan cita rasa kompleks ini langsung menempatkan Sudan sebagai destinasi kopi terfavorit dalam seluruh pengembaraannya.
Meja Makan di Damaskus yang Tak Terlupakan
Sementara untuk pengalaman makan terbaik, Hoffner menunjuk Suriah tepatnya saat ia merayakan ulang tahunnya di Damaskus. Seorang pemandu lokal mengundangnya untuk menikmati jamuan makan malam di rumah.
Di atas meja tersaji beragam hidangan khas Levant: sup lentil yang hangat, baba ghanoush yang creamy, salad fattoush yang segar, kibbeh, labneh, hingga muhammara yang kaya rempah.
"Piring dan mangkuknya tidak ada habisnya," kenang Hoffner dengan penuh nostalgia. Ia bahkan menyebut kuliner Suriah sedikit lebih unggul dibanding Lebanon yang selama ini lebih dikenal sebagai surga gastronomi Timur Tengah.
Lebih dari Sekadar Soal Rasa
Perjalanan Hoffner mengajarkan bahwa pengalaman kuliner terbaik tak selalu lahir dari restoran berbintang atau kota metropolitan. Kadang, ia hadir dari tangan seorang tuan rumah yang tulus, dari tradisi lokal yang terjaga, atau dari secangkir minuman yang diseduh dengan cara yang berbeda dari biasanya.
Di balik setiap suapan dan tegukan, ada cerita tentang manusia, budaya, dan kehidupan yang terus bergerak pelajaran berharga yang hanya bisa didapat dengan benar-benar hadir di tempat tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....