Jajanan Viral, Apakah Kita Sudah Melupakan Halal?
- 25 Mar 2026 13:47 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak - Antrean panjang di jajanan viral kini menjadi pemandangan umum di banyak kota. Promosi luas di media sosial, terutama TikTok, membuat produk makanan cepat dikenal dan diminati. Dalam banyak kasus, viralitas seolah menjadi tolok ukur utama, menggeser pertimbangan lain yang tak kalah penting.
Fenomena ini terlihat dari kemunculan berbagai jajanan yang mendadak populer dan langsung diserbu pembeli. Mulai dari minuman kekinian hingga makanan jalanan yang dipromosikan oleh konten kreator. Namun, tidak semua produk mencantumkan bahan baku dan status kehalalannya secara jelas. Meski begitu, minat masyarakat untuk mencoba tetap tinggi.
Di sisi lain, Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim terus memperkuat ekosistem halal. Data Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal menunjukkan bahwa hingga tahun 2025 jumlah produk bersertifikat halal telah melampaui 9,8 juta. Capaian ini menunjukkan meningkatnya kesadaran sekaligus komitmen negara dalam melindungi konsumen.
Indonesia bahkan diproyeksikan menjadi salah satu pusat industri halal dunia. Laporan State of the Global Islamic Economy menunjukkan bahwa sektor makanan halal global terus tumbuh dengan nilai konsumsi mencapai triliunan dolar setiap tahun. Peluang ini terbuka lebar bagi pelaku usaha nasional untuk bersaing di pasar global.
Namun, di balik capaian tersebut, masih ada tantangan. Dari puluhan juta pelaku usaha di Indonesia, baru sebagian yang memiliki sertifikasi halal. Hal ini terutama terjadi pada usaha mikro dan kecil yang mendominasi sektor kuliner. Proses sertifikasi, keterbatasan informasi, dan rendahnya kesadaran masih menjadi kendala utama.
Fenomena jajanan viral menunjukkan bahwa keputusan konsumsi semakin dipengaruhi tren digital. Produk dapat dengan cepat dikenal, bahkan sebelum informasi mengenai bahan dan proses produksi dipahami secara utuh. Dalam kondisi ini, rasa penasaran dan dorongan mengikuti tren sering mengalahkan kehati-hatian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....