Areca Cafe Biak Hadirkan Konsep Taman Estetik
- 07 Des 2025 17:37 WIB
- Biak
KBRN, Biak : Di sudut kota Biak, tepatnya berada di jalan S. Condronegoro, Biak Numfor,Papua, ada ARECA Cafe & Resto. Sebuah cafe yang menawarkan konsep taman, unik, menarik serta estetik.
Areca Cafe & Resto ini, resmi dibuka pada 1 Desember 2025, namun perjalanan usaha ini sejatinya telah dimulai jauh sebelumnya, melalui proses panjang, jatuh bangun, dan keberanian untuk mencoba kembali.
Adalah Alexius Wattimena, pemilik sekaligus penggagas Areca Cafe & Resto, yang menceritakan bagaimana usaha kuliner yang kini sedang ramai dibicarakan di Biak ini sebenarnya merupakan “anak ketiga” dari mimpi yang sama.
Alex mengenang bahwa gagasan awal membuka usaha kuliner sudah muncul sejak 2017, ketika ia dan istri mendirikan usaha pertama mereka, King Cafe Palet, dengan konsep unik yang memanfaatkan limbah palet. Usaha itu bertahan satu tahun sebelum bergeser pada konsep baru, Alas Daun, pada tahun 2020.
“Waktu itu saya keluar dari rumah ke salah satu ruko di daerah Sorido,” ujarnya, Sabtu(6/12/2025)
Namun perjalanan kedua itu pun belum menjadi jawaban yang ia cari.Sampai kemudian ia memutuskan untuk kembali ke rumah—secara harfiah dan maknawi.
“Yang ketiga kali saya pikir balik lagi ke rumah dengan beberapa alasan tertentu. Akhirnya ini yang ketiga kali dengan nama Areca Cafe & Resto.”ucapnya
Meskipun bangunan Areca Cafe sudah rampung sejak awal September, Alex memilih untuk menunda pembukaan hingga taman yang menjadi ciri khas kafe ini benar-benar siap.
“Konsep taman ini muncul karena basic saya orang pertanian, suka dengan tanaman. Anak-anak dan istri juga selalu nyaman kalau berwisata ke Bali dengan konsep villa bertaman. Saya merasa tertantang untuk membuktikan itu buat keluarga,” jelasnya.

Hasilnya, Hadirlah sebuah ruang yang menghadirkan suasana tenang, estetik, dan hangat—sebuah tempat yang ia harapkan bisa menjadi ruang kreatif baru bagi anak muda Biak.
Tak hanya dari sisi visual, Alex dan istri juga benar-benar mempelajari selera pasar Biak sejak usaha pertama mereka.
“Orang Biak pengen tempat yang estetik, tapi juga makanan yang enak dan suasana yang nyaman,” ujarnya.
Dari situlah harga-harga makanan di Areca Cafe disesuaikan agar tetap ramah di kantong tanpa mengurangi kualitas rasa.
Salah satu hal yang paling dibanggakan Alex adalah dapurnya—yang seluruhnya dikelola oleh perempuan Papua. para juru masak ini membuktikan kemampuan luar biasa dalam menyajikan menu Chinese food yang 100 persen halal, dan hidangan Nusantara lainnya.
“Di sini mereka membuktikan bahwa mereka mampu masak Chinese food dan masakan dari wilayah barat. Ada bakmi ayam, pangsit goreng, nasi liwet—semuanya dimasak perempuan Papua,” jelasnya.
Bagi Alex, ini lebih dari sekadar pilihan operasional, ini adalah bentuk kepercayaan, pemberdayaan, sekaligus pembuktian bahwa talenta kuliner lokal Biak sangat luar biasa.
Alex juga menitipkan pesan penting kepada pemerintah daerah agar pelaku UMKM, khususnya di bidang kuliner, semakin diberi ruang.
“Paling tidak pemerintah daerah memberikan kami ruang. Dengan akses masuk dan keluarnya Biak lebih dipermudah. Ketika arus orang masuk dan keluar ramai, maka UMKM seperti kami juga ikut bergerak,” katanya.
Sementara untuk anak-anak muda Biak, Alex menyerukan agar tidak takut mencoba dan tidak saling menjatuhkan.
“Punya ide apa, boleh dituangkan dalam bentuk apa pun. Intinya jangan takut untuk gagal. Terus berusaha menajamkan apa yang kita punya,” ucapnya
Dengan konsep taman yang menenangkan, dapur yang memberdayakan, kafe ini hadir tidak hanya untuk memanjakan lidah dengan kuliner yang memanjakan lidah, namun konsep yang unik, menambah estika untuk sekedar mengabadikan momen kebersamaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....