Filosofi Kukis Brudel, Dari Belanda ke Minahasa

  • 12 Okt 2025 17:28 WIB
  •  Biak

KBRN, Biak : Saat mendekati Hari Raya seperti Natal dan Tahun Baru atau acara-acara tertentu, orang-orang Minahasa pasti akan mengingat kukis (kue) Brudel. Kukis Brudel ini identik dengan bolu khas Manado, perpaduan antara cake dan roti yang dapat dinikmati bersama kopi atau teh hangat.

Mengutip katanisme.blogspot, jika ditanya dari mana asal kukis Brudel ini ? Orang-orang akan menjawab, dari Belanda, sejak zaman kolonial. Resep kukis (kue) Brudel atau dalam bahasa Belanda ditulis Broeder sudah muncul dalam sebuah resep masakan tahun 1845. Pengarangnya bernama Nonna Cornelia. Buku karangannya yang berjudul Kokki Bitja ataoe Kitab Masakan India diterbitkan dalam bahasa Melayu dicampur bahasa Belanda. Pertama kali terbit tahun tahun 1845, lalu terbit lagi dalam edisi revisi tahun 1859.

Siapa Nonna Cornelia yang berjasa bagi pertukaran kuliner di Hindia Belanda di masa itu? Tidak ada informasi yang banyak siapa dia. Cuma saja dalam pengantar bukunya terbitan tahun 1859, disebutkan bahwa ia meninggal secara tragis beberapa hari sebelum edisi revisi bukunya terbit. Disebutkan, bahwa ia meninggal tiba-tiba di dapur akibat shock karena resep kwee broeder yang dia siapkan gagal. Kematiannya, pada tanggal 4 Oktober 1859, diterbitkan dalam pemberitahuan kematian beberapa surat kabar di Hindia Belanda dan Belanda, sehingga tidak bisa dianggap sebagai fiksi.

Lalu apa arti nama broeder untuk jenis kue ini? Situs Bakkerij Otten menyebutkan beberapa versi asal-usul nama broeder. Beberapa orang mengaitkan namanya dengan serikat atau persaudaraan para tukang roti. “Untuk bergabung, seseorang harus membuat sebuah mahakarya. Komunitas ini terdiri dari para pembuat roti kismis bulat,” tulis Bakkerij Otten.

Versi lain menyebutkan, bahwa nama broeder diambil dari sebutan ‘saudara-saudara rohani’ (de geestelijke broeders) yang membagikan apa yang mereka punya kepada orang-orang miskin pada kesempatan-kesempatan khusus. Di Minahasa, dapat diartikan Brudel sebagai kukis basudara. Kukis yang hampir selalu tersedia dalam acara-acara yang mempertemukan ‘sudara basudara’. Kukis yang selalu tersaji untuk menemani acara ‘bakumpul’ dan ‘bacirita’ keluarga atau sesama warga Kawanua.

Jika anda ingin mencoba Brudel Manado anti Gagal dan paling simpel untuk membuatnya, bisa mencoba resep berikut

Bahan Kue Brudel :

270 gram terigu

150 gram gula pasir

100 gram margarin

2 butir telur

3/4 sendok makan ragi

1 sachet kental manis putih (di seduh dengan air putih sampai 170ml)

Bahan Topping Keju parut, kismis dan kacang kenari secukupnya

Langkah Membuat Kukis Brudel:

Pertama-tama, siapkan loyang ukuran 22cm, kemudian olesi dengan sedikit margarine dan taburi tepung terigu secukupnya, sisihkan.

Selanjutnya siapkan wadah, lalu masukan semua bahan dan mixer dengan kecepatan rendah saja atau menggunakan whisk sampai semua adonan tercampur rata.

Tuang adonan ke dalam loyang yang sudah diberi margarin dan tepung tadi, lalu diamkan kurang lebih selama 45 menit. Setelah di diamkan, taburi keju parut, kismis dan kacang kenari secukupnya, lalu panggang pakai api bawah 200°c selama 30 menit lalu turunkan ke 180°c lanjutkan mengoven sampai matang.

Biarkan agak hangat, keluarkan dari loyang, Kukis Brudel siap dinikmati.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....