Ikan Arsik khas Batak Toba Primadona Ajang Internasional
- 01 Jun 2025 20:18 WIB
- Biak
KBRN Biak: Unilever Food Solutions (UFS), unit Business to Business (B2B) dari Unilever, kembali membuktikan komitmen untuk mendukung progresivitas para Chef serta pebisnis kuliner di seluruh dunia melalui peluncuran “Future Menu 2025”. Inisiatif tahunan berupa panduan tren terkini di industri kuliner ini resmi diperkenalkan di kawasan Asia Tenggara dalam perhelatan “Future Menu 2025 SEA” di Samyan Mitrtown, Bangkok. Di event bergengsi tersebut, UFS Indonesia mengangkat keistimewaan Ikan Arsik – sajian otentik khas Indonesia yang sejalan dengan salah satu tren yang semakin marak di tengah para penikmat kuliner, yaitu merayakan keunikan akar budaya di balik sebuah hidangan.
Sebagai bentuk dukungan, UFS secara khusus menyusun “Future Menu 2025” melalui riset mendalam yang memadukan laporan industri, analisis tren media sosial, wawasan dari 250 Chef profesional UFS, serta feedback dari ribuan Chef profesional di berbagai belahan dunia. Akhirnya, “Future Menu 2025” mengerucut pada empat tren utama:
Street Food Couture
Borderless Cuisine
Culinary Roots
Diner Designed
Keempat tren “Future Menu 2025” diluncurkan di Asia Tenggara melalui event “Future Menu 2025 SEA” yang menampilkan ragam inspirasi hidangan terbaik se-Asia Tenggara dengan melibatkan ratusan Chef profesional dan pemimpin industri kuliner terkemuka.
Kenalkan Ikan Arsik sebagai Kekayaan Kuliner Indonesia
Di event ini UFS Indonesia dengan bangga memperkenalkan Ikan Arsik sebagai representasi kekayaan budaya kuliner bangsa.Dikutib Fimela.com. Dengan nama “Dekke Na Niarsik” dalam bahasa Batak, Ikan Arsik merupakan hidangan ikan tradisional khas Batak Toba yang sarat nilai sejarah. Hidangan yang tadinya hanya disajikan di berbagai upacara adat dan perayaan penting masyarakat Batak ini kini menjadi santapan sehari-hari, tanpa menghilangkan makna dan kesakralannya. Dengan keahlian Chef dalam menggunakan kekayaan rempah Indonesia didukung dengan produk UFS yang meningkatkan kelezatan rasa masakan dan disajikan dengan visual menarik menjadikan Ikan Arsik sebagai perpaduan harmonis antara tradisi dan kualitas modern yang layak tampil di ajang kuliner dunia.
Di tengah event, Chef Ronald Tokilov dari Balicooks menuturkan, “Sebagai pegiat kuliner, saya percaya bahwa warisan kuliner otentik khas Indonesia tidak hanya memanjakan lidah para penikmatnya, tetapi juga memiliki daya tarik yang luar biasa. Event ini membuktikan bahwa inovasi dan kreativitas seorang Chef dapat menjadi kunci untuk menjadikan kekayaan kuliner lokal sebagai kekuatan dalam bersaing di kancah kuliner modern di dalam maupun luar negeri, tentunya tanpa kehilangan jati dirinya.”
UFS Indonesia juga turut mengundang sejumlah pebisnis kuliner ternama untuk berpartisipasi di event ini, antara lain TOMA Group, ISMAYA Group, BIKO Group, GIOI Group, TAVERN Group Semarang, Seribu Rasa, Dailah Sajian Nusantara, Kafe Betawi, Tide & Table, Soren, Mil’s Kitchen Yogyakarta, dan Locaahands. “‘Future Menu 2025 SEA’ sangat seru karena ada banyak insight yang membantu pelaku industri seperti kami yang terkadang masih bingung atau sulit menentukan tren kuliner kedepannya akan seperti apa. Di acara ini, kami mendapatkan jawaban yang meyakinkan,” ujar Chef Arief Tonggeng selaku Corporate Chef TOMA Group.
“Semoga event ‘Future Menu 2025 SEA’ dapat menginspirasi para Chef dan pebisnis kuliner menjadi lebih progresif dalam memanfaatkan berbagai inspirasi tren terkini, sekaligus menyebarkannya ke sesama pegiat kuliner di Tanah Air. Tak lupa, sentuhan bumbu dapur profesional seperti Knorr Professional, Royco, dan Bango siap mendampingi dalam menyempurnakan cita rasa tiap masakan. Kami percaya, dengan dukungan berkelanjutan dari UFS dan semangat inovasi dari seluruh mitra kami, Indonesia akan semakin diperhitungkan di peta kuliner global,” tutup Gemita.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....