Jepa, Warisan Kuliner Tradisional Indonesia dari Sulawesi Barat
- 13 Feb 2025 18:12 WIB
- Biak
KBRN, Biak : Apakah kamu hobi kulineran? kuliner khas daerah mana yang kamu suka? Ya, selaian tersohor dengan kekayaan alam dan keindahan ragam budaya, Indonesia juga terkenal dengan aneka kuliner khas dari berbagai daerah. Dari Provinsi Sulawesi Barat, terdapat makanan khas tradisional masyarakat suku Mandar yang dikenal dengan sebutan “Jepa”.
Bagi kamu yang suka menikmati kuliner nusantara, pasti penasaran kan? Sebenarnya makanan apakah “Jepa” itu? Mengutip indonesiakaya.com, suku Mandar, salah satu suku di Nusantara, memiliki beragam hidangan menarik. Salah satu yang paling digemari dan bertahan hingga kini adalah jepa (biasa dieja : Yepa). Beberapa orang ada yang menyebutnya pizza khas suku Mandar, ada pula yang menyebutnya sebagai roti pipih. Berbentuk sederhana, jepa, makanan khas tradisional masyarakat suku Mandar memiliki aroma khas yang mampu membangkitkan selera.
Hingga saat ini, jepa tetap menjadi primadona di tengah gempuran arus modernisasi, meski terbuat dari bahan-bahan sederhana seperti singkong dan kelapa. Lantas, seperti apa asal usul makanan ini? Ada beberapa teori yang beredar, teori pertama bermula dari situasi bencana. Dahulu kala, ketika kekeringan dan kelaparan melanda beberapa wilayah di tanah Mandar, warga setempat kesulitan mendapatkan bahan pangan seperti beras. Pada masa itu, beras hanya dapat diakses oleh keluarga kerajaan, sehingga masyarakat mulai beralih ke bahan makanan lain. Suku Mandar, yang mayoritas mendiami wilayah pesisir, menemukan singkong, sebagai sumber karbohidrat yang mampu tumbuh subur bahkan di tanah yang kurang subur.
Warga pun mulai mengolah singkong dan memadukannya dengan kelapa yang pohonnya juga melimpah di wilayah pesisir Mandar. Hasil olahan tersebut melahirkan jepa, yang akhirnya menjadi makanan pokok masyarakat suku Mandar. Ada pula cerita yang menyebutkan bahwa jepa dilahirkan oleh tangan-tangan kreatif nelayan suku Mandar. Mengingat mayoritas masyarakat suku Mandar berprofesi sebagai pelaut dan nelayan yang pelayarannya memakan waktu berhari-hari, maka mereka membutuhkan bekal makanan yang mampu bertahan lama. Para nelayan kemudian mengolah singkong dan kelapa menjadi jepa yang praktis.
Sebelum dijadikan bekal, jepa yang akan dibawa melaut dijemur terlebih dahulu hingga kering. Setelah itu, jepa dihancurkan sebelum dicampur dengan menu makanan lain. Dengan bentuk seperti ini, jepa bisa bertahan selama berhari-hari sehingga para pelaut tidak perlu khawatir akan kelaparan selama pelayaran. Sementara itu, banyak yang meyakini bahwa jepa adalah makanan pokok masyarakat Mandar jauh sebelum nasi dikenal di wilayah ini. Jepa diperkirakan telah menjadi bagian dari kehidupan mereka sejak ratusan tahun lalu. Seperti yang ditulis Fadilah, Kesuma, dan Nurlela dalam jurnal ilmiah Jepa: Upaya Pelestarian Makanan Tradisional Etnis Mandar di Kabupaten Polewali Mandar, jepa merupakan warisan budaya dari nenek moyang.
Dilihat dari bentuknya, jepa sekilas mirip dengan pizza yang pipih dan bulat. Namun, keduanya memiliki perbedaan mendasar pada bahan baku. Jepa terbuat dari singkong dan kelapa parut yang diolah dengan cara khusus. Singkong yang telah diparut harus melalui proses pembuangan air karena air perasan singkong mengandung zat yang berbahaya. Jepa memiliki rasa gurih yang khas. Setelah matang, jepa yang dimasak di atas piring tanah liat bisa langsung dinikmati selagi hangat. Untuk menambah cita rasa, jepa sering disantap bersama “Bau Peapi”, makanan laut khas Mandar yang terbuat dari olahan ikan. Selain itu, banyak juga yang menyukai perpaduan manis gurih antara jepa dan gula merah. Karena itulah, jepa umum dikonsumsi sebagai sarapan atau sebagai teman menikmati secangkir kopi.
Jepa menjadi inovasi pangan masyarakat Mandar yang diwariskan secara turun-temurun. Selain menjadi makanan sehari-hari, jepa juga menjadi hidangan istimewa dalam upacara adat dan ritual tradisional Mandar. Di Sulawesi Barat, khususnya di Kabupaten Polewali Mandar dan Majene, jepa mudah ditemukan di pasar tradisional maupun pusat kuliner. Uniknya, para penjual dan pembuat jepa di daerah ini umumnya adalah perempuan. Jepa kini semakin populer dan dinikmati oleh semua kalangan, dari anak-anak hingga orang tua. Pemerintah Sulawesi Barat juga turut mempromosikan jepa dalam berbagai acara, seperti festival kuliner. Nah, apakah kamu tertarik mencicipi “Jepa” warisan kuliner Indonesia khas suku Mandar?
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....