Kuliner Khas Bebek Songkem, Warisan Budaya Bangsa dari Madura
- 31 Jan 2025 05:16 WIB
- Biak
KBRN, Biak : Tak hanya tradisi – tradisi adat yang menjadi kekayaan budaya Indonesia, ragam kuliner khas dari daerah – daerah di Nusantara pun menjadi sesuatu yang istimewa bahkan sebagai warisan budaya bangsa. Dari Jawa Timur, terdapat sebuah kuliner khas pulau garam Madura yang dikenal dengan nama Bebek Songkem.
Sajian kuliner bebek khas Jawa Timur telah lama terkenal akan cita rasanya. Misalnya sajian khas Bebek Madura, kuliner satu ini menjadi favorit banyak orang terutama bagi pencinta pedas dan bumbu yang melimpah, tentu menggugah selera. Mengutip Indonesia Kaya, jika bebek goreng khas Madura biasanya terasa berminyak dan tinggi kolesterol, sajian bebek songkem bisa menjadi alternatif bagi kamu yang ingin menikmati bebek khas Madura dengan cita rasa berbeda.
Bebek Songkem dimasak tidak melalui proses penggorengan menjadikan bebek songkem terasa nikmat dan jauh lebih sehat. Tak hanya cita rasa yang berbeda, tersirat pula makna dibalik kelezatan kuliner khas ini, yaitu jejak penyebaran ajaran Islam di Jawa Timur, khususnya Pulau Madura. Terkenal di Madura sebagai sajian khas Kabupaten Sampang, cita rasa bebek songkem tentu tidak boleh luput bagi siapa saja yang sedang melancong ke Pulau Garam. Sebelum dikenal sebagai kekayaan kuliner khas Madura, bebek songkem adalah makanan yang erat kaitannya dengan tradisi masyarakat Muslim. Penghormatan dan apresiasi yang hangat dari masyarakat Sampang terhadap Kiai mereka, tergambar begitu indah dalam tradisi songkeman (sungkeman).
Ketika mengunjungi rumah Kiai untuk melaksanakan sungkem, mereka tak hanya membawa rasa hormat, tetapi juga buah tangan berupa masakan bebek yang lezat. Di seluruh pelosok Madura, setiap desa memiliki sosok Kiai yang tanpa pamrih mengajar anak-anak mengaji. selain sebagai hidangan lezat, Bebek songkem juga menjadi lambang rasa terimakasih yang mendalam dari masyarakat kepada Kiai, sebagai penghargaan atas dedikasi mereka dalam mendidik anak-anak untuk mengaji.
Lantas, mengapa disebut songkem? Bukan tanpa alasan, Bebek disajikan dengan posisi leher dan kepala yang ditekuk menunduk seperti posisi orang yang sedang sungkem. Melansir laman Kemendikbud dan berbagai sumber, yang membedakan bebek songkem dengan hidangan serupa lainnya terletak pada keahlian memadukan daging bebek yang dikukus dengan sentuhan daun pisang sebagai pembungkusnya. Proses pengukusan memakan waktu 3-4 jam, tak hanya untuk memastikan bumbu meresap merata, namun juga demi menyuguhkan daging bebek yang lembut dan nikmat secara menyeluruh. Pengolahan melalui proses kukus tidak hanya menciptakan citarasa yang istimewa, tetapi juga menjadikan bebek songkem rendah kolesterol.
Keunikan lainnya terletak pada proses pengukusan bebek yang dilakukan tanpa menggunakan air. Sebaliknya, daging bebek ditempatkan di atas batang pisang yang terbuka. Teknik ini tak hanya memastikan kelezatan, tetapi juga memberikan aroma khas yang begitu memikat, karena uap air yang dihasilkan dari batang pisang justru meresap sempurna ke dalam daging bebeknya.
Jika kamu berkunjung ke Madura, jangan lupa untuk menikmati kelezatan kuliner khas bebek songkem. Sajian ini dapat dinikmati dengan nasi hangat, serta proses dikukus bisa menjadi pilihan menu bebek yang tetap sehat dan tinggi protein.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....