Sehatkah Jika Sering Makan Ceker Ayam

  • 09 Nov 2024 12:57 WIB
  •  Biak

KBRN, Biak : Banyak orang yang menganggap kaki ayam atau yang dikenal dengan ceker ayam kurang bergizi karena hanya berupa tulang dan kulit. Ceker ayam memang tidak memiliki daging, hanya terdiri dari kulit, tendon, dan tulang yang kaya sumsum. Namun, kebanyakan orang hanya memakan kulit dan tendonnya saja, tulang ayam yang kaya akan gizi justru dibuang.

Melansir laman Hello Sehat, ceker ayam bisa menjadi pilihan sumber protein asalkan Anda mengonsumsinya bersamaan dengan sumber karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. Konsumsi ceker ayam tersebut tentunya bertujuan memenuhi Angka Kecukupan Gizi (AKG) harian.

Ceker ayam merupakan sumber makanan kaya kolagen. Sekitar 70% dari total protein ceker adalah kolagen. Protein ini memperkuat kulit, tendon, otot, tulang, serta ligamen. Asupan rutin kolagen berpotensi menjaga kesehatan kulit dengan meningkatkan kelembapan, elastisitas, dan kepadatan kulit Anda. Dalam penelitian Journal of drugs in dermatology di tahun 2019 menyebut bahwa asupan rutin kolagen berpotensi untuk menyembuhkan luka dan mencegah penuaan kulit.

Selain menjaga kesehatan kulit, asupan rutin kolagen juga berpotensi untuk menjaga kesehatan tulang. Kolagen dapat mempertahankan kepadatan tulang dan melumasi persendian tulang. Penelitian menunjukkan bahwa kolagen dapat merangsang regenerasi jaringan untuk mengurangi gejala osteoartritis. Jenis radang sendi ini merusak tulang rawan Anda, memungkinkan tulang bergesekan satu sama lain dan menyebabkan rasa sakit, bengkak, dan kesulitan bergerak.

Penelitian menemukan bahwa mengonsumsi 5 gram peptida kolagen per hari berpotensi meningkatkan kepadatan dan pembentukan mineral tulang, sekaligus mengurangi pengeroposan tulang. Artinya, kolagen dipercaya dapat memberikan efek pencegahan pengeroposan tulang karena merupakan bahan pembentuk utama dari tulang.

Namun meskipun ceker ayam memiliki lemak tak jenuh sebesar 5,5 gram per 100 gram, kandungan lemak jenuhnya mencapai 3,9 gram. Ini setara dengan 20% (6 gram) kebutuhan lemak jenuh per hari orang dewasa pada umumnya. Selain itu, 100 gram ceker mengandung kolesterol sebanyak 84 mg. Ini sebesar 28% dari kebutuhan kolesterol per hari orang dewasa pada umumnya. Sebagai perbandingan, asupan maksimal kolesterol per hari pada orang dewasa sehat adalah 300 mg.

Artinya, ceker ayam juga tinggi lemak jenuh dan kolesterol. Kandungan lemak jenuh tinggi dapat meningkatkan kadar kolesterol. Lama-kelamaan, kolesterol tinggi berisiko menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah yang mengalirkan darah ke otot jantung. Akibatnya, bisa beresiko terkena penyakit jantung.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....