Fenomena Halo Effect, First Impression dalam Dunia Psikologi

  • 02 Jul 2024 17:39 WIB
  •  Biak

KBRN, Biak : Dalam kehidupan sehari- hari tentu kita bertemu dengan banyak orang. Biasanya ketika kita berkenalan dengan orang baru kita pun akan memiliki penilaian tersendiri tentang orang tersebut dari kesan pertama bertemu. Kesan pertama merupakan pandangan seseorang terhadap orang yang baru dikenal atau dijumpai, saat ini dikenal dengan istilah first impression.

Dalam dunia psikologi hal ini disebut sebagai fenomena “Halo Effect”. Dikutip dari liputan6.com, Istilah halo effect menjadi bahan perbincangan yang cukup hangat di media sosial. Hal ini memperlihatkan bahwa fenomena halo effect ini cukup berdampak bagi kehidupan. Lantas, apa itu halo effect ? seperti apa pengaruhnya bagi kehidupan ? Yuk kita simak, berikut informasinya.

Dilansir dari Verywell Mind, Halo effect merupakan suatu kecenderungan dalam penilaian yang menghasilkan pandangan positif atau negatif terhadap suatu aspek atau karakteristik individu, sehingga memengaruhi pandangan seseorang terhadap karakter lainnya yang mungkin berbeda. Menurut konsep psikologi, halo effect merupakan suatu penilaian yang kuat dari seseorang yang mengarahkannya untuk menarik suatu kesimpulan umum perihal seseorang yang dilihat atau temui. Sederhananya, halo effect merupakan efek yang timbul dari kesan pertama saat melihat atau bertemu seseorang.

Sejarah Istilah Halo effect ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang ahli psikologi pada tahun 1920, yaitu Edward L. Thorndike. Penelitian halo effect ini dilakukan dengan melibatkan para komandan di kemiliteran. Dia meminta para komandan tersebut untuk mengevaluasi kualitas prajurit bawahan mereka.

Tujuan Thorndike adalah untuk menentukan cara penilaian dari satu kualitas bercampur dengan penilaian karakteristik lainnya. Dia menemukan bahwa peringkat tertinggi dari kualitas tertentu berhubungan dengan peringkat tinggi dari karakteristik lain, sedangkan peringkat negatif dari kualitas tertentu juga menyebabkan peringkatnya lebih rendah dari karakteristik lainnya.

Beberapa penelitian juga menemukan bahwa ketika individu menilai seseorang sebagai orang yang tampan, dia cenderung akan percaya bahwa seseorang tersebut memiliki kerakteristik positif lainnya.

Dalam dunia kerja terdapat beberapa pengaruh halo effect dalam memengaruhi persepsi orang - orang yang berada pada lingkungan kerja tertentu. Para ahli berpendapat bahwa halo effect adalah salah satu bias paling umum yang memengaruhi penilaian dan ulasan kinerja. Atasan mungkin menilai bawahannya berdasarkan persepsi terhadap satu karakteristik saja, bukan keseluruhan kinerja dan kontribusinya. Salah satu contohnya, sikap positif seorang pekerja yang ramah dapat menutupi kekurangannya dalam hasil kinerja, sehingga rekan kerja menilai dia lebih baik daripada yang lainnya, hanya melalui kesan keramahannya.

Bagi para pelamar kerja juga cenderung merasakan dampak dari halo effect. Misalnya, jika pimpinan perusahaan memandang seorang pelamar sebagai orang yang menarik atau disukai, kemungkinan besar mereka juga akan menilai pelamar tersebut sebagai orang yang cerdas, kompeten, dan berkualitas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....