Kebiasaan Minum Sambil Berdiri, Sepele tapi Perlu Diperhatikan
- 30 Sep 2026 12:35 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak - Minum air menjadi salah satu aktivitas sederhana yang dilakukan setiap hari. Namun, tanpa disadari, sebagian orang terbiasa menenggak minuman sambil berdiri, misalnya ketika sedang terburu-buru, berada di perjalanan, atau sekadar mengambil minum di dapur. Kebiasaan ini kerap dikaitkan dengan berbagai dampak buruk bagi kesehatan. Mulai dari gangguan pencernaan hingga masalah pada persendian. Lantas, benarkah minum sambil berdiri memang berbahaya bagi tubuh?
- Minum Sambil Berdiri, Benarkah Berbahaya?
Menurut Alodokter, makan dan minum sambil berdiri memang dapat menimbulkan beberapa efek yang kurang nyaman, terutama jika dilakukan dengan tergesa-gesa. Salah satunya adalah meningkatnya kemungkinan menelan udara lebih banyak sehingga perut terasa kembung. “Menelan lebih cepat” ketika makan atau minum sambil berdiri dapat membuat lebih banyak udara masuk ke saluran pencernaan dan berpotensi menyebabkan perut terasa penuh atau kembung. Namun, penting untuk membedakan antara minum sambil berdiri dan berbagai klaim ekstrem yang mengatakan posisi tersebut secara langsung merusak ginjal, menyebabkan radang sendi, atau membuat air “langsung masuk” ke organ tertentu. Sampai saat ini, tidak ada dasar kuat untuk menyimpulkan bahwa sekadar minum air dalam posisi berdiri otomatis menyebabkan penyakit tertentu.
- Yang Perlu Diperhatikan Justru Cara Minumnya
Masalah yang lebih masuk akal bukan semata-mata posisi berdiri, melainkan kebiasaan minum terlalu cepat. Ketika seseorang sedang terburu-buru, ia cenderung meneguk minuman dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Kondisi tersebut dapat membuat udara ikut tertelan dan memicu rasa tidak nyaman pada perut. Alodokter juga mencatat bahwa makan atau minum sambil berdiri, terutama ketika tergesa-gesa, dapat meningkatkan risiko tersedak. Karena itu, memperlambat tempo makan dan minum menjadi kebiasaan yang lebih penting untuk diperhatikan.
- Air Tetap Penting untuk Tubuh
Terlepas dari posisi saat minum, mencukupi kebutuhan cairan tetap menjadi bagian penting dari kesehatan. Mayo Clinic menjelaskan bahwa tubuh membutuhkan air untuk berbagai fungsi, termasuk menjaga sel, jaringan, dan organ agar dapat bekerja dengan baik. Kebutuhan cairan setiap orang pun tidak sama karena dipengaruhi usia, aktivitas, kondisi kesehatan, serta lingkungan. Bahkan, minum air saat atau setelah makan tidak secara otomatis mengganggu proses pencernaan. Mayo Clinic menyebut air tidak menyebabkan masalah pencernaan maupun “mengencerkan” cairan tubuh yang digunakan dalam proses pencernaan.
- Jadi, Haruskah Selalu Duduk Saat Minum?
Duduk dengan tenang ketika makan dan minum memang dapat membantu seseorang tidak terburu-buru. Tetapi, bukan berarti setiap tegukan air yang diminum sambil berdiri akan langsung membahayakan kesehatan. Yang lebih penting adalah memperhatikan kecepatan minum, jumlah cairan, dan kondisi tubuh. Hindari meneguk terlalu cepat, terutama ketika sedang kehausan setelah aktivitas fisik. Jika minum sambil berdiri sudah menjadi kebiasaan, tidak perlu langsung panik. Cobalah membiasakan diri minum dengan lebih perlahan dan dalam posisi yang nyaman.
jadi, anggapan bahwa “minum sambil berdiri pasti berbahaya” sebaiknya tidak diterima begitu saja. Posisi tubuh memang dapat memengaruhi beberapa aspek kenyamanan tubuh, tetapi bukti yang ada tidak mendukung berbagai klaim bahwa berdiri saat minum air secara langsung menyebabkan penyakit serius. Pada akhirnya, bukan cuma posisi minum yang perlu diperhatikan. Cara minum yang tidak terburu-buru dan memastikan tubuh mendapatkan cukup cairan justru jauh lebih penting.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....