Tidur Terganggu, Mood Ikut Berantakan? Kenali Dampak Insomnia

  • 30 Sep 2026 12:35 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak - Kurang tidur sering dianggap sebagai masalah sederhana yang cukup diatasi dengan tidur lebih awal pada malam berikutnya. Namun, bagi orang yang mengalami insomnia, kesulitan tidur dapat berlangsung berulang dan berdampak pada aktivitas serta kondisi emosional sepanjang hari.

Insomnia merupakan gangguan tidur yang membuat seseorang sulit untuk tidur, mempertahankan tidur, atau mendapatkan tidur yang berkualitas meskipun memiliki kesempatan untuk beristirahat. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa lelah, sulit berkonsentrasi, dan perubahan suasana hati pada siang hari. insomnia bukan cuma soal nggak bisa tidur, tapi juga bisa bikin mood kacau, konsentrasi menurun, dan aktivitas sehari-hari terasa berat. Anak muda yang sering begadang karena tugas, kerja lembur, atau scroll media sosial sampai larut malam sering jadi korban.

Bahkan orang dewasa yang mengalami stres berkepanjangan juga berisiko tinggi terkena gangguan tidur ini. Jadi, insomnia itu bukan sekadar drama gak bisa tidur, tapi sinyal tubuh yang perlu diperhatikan. Menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS), insomnia dapat menyebabkan seseorang mengalami “difficulty falling asleep, staying asleep, or getting good quality sleep.” Kondisi tersebut dapat berdampak pada fungsi sehari-hari.

- Bukan Sekadar Rasa Ngantuk

Dampak insomnia tidak berhenti ketika seseorang bangun dari tempat tidur. Kurang tidur dapat memengaruhi kemampuan otak dalam mengatur emosi. National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI) menyebutkan bahwa kekurangan tidur dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk membuat keputusan, memecahkan masalah, mengendalikan emosi dan perilaku, serta menghadapi perubahan. Kurang tidur juga dikaitkan dengan depresi, bunuh diri, dan perilaku berisiko. Dalam jangka pendek, efeknya bisa terasa dalam aktivitas sehari-hari. Seseorang mungkin menjadi lebih mudah tersinggung, sulit fokus saat bekerja atau belajar, serta merasa tidak memiliki energi untuk melakukan aktivitas seperti biasanya.

- Kenapa Mood Bisa Ikut Berantakan?

Tidur dan kesehatan emosional memiliki hubungan yang erat. Saat tidur terganggu, otak tidak mendapatkan waktu pemulihan yang cukup sehingga kemampuan mengatur respons emosional juga dapat terpengaruh. Harvard Medical School menjelaskan bahwa kurang tidur dapat membuat pusat emosional otak menjadi lebih reaktif. Dalam sebuah penelitian yang menggunakan pencitraan otak, kurang tidur dikaitkan dengan peningkatan aktivitas amigdala, bagian otak yang berperan dalam memproses respons emosional.

- Insomnia Bisa Menjadi Siklus

Masalahnya, insomnia dan kondisi emosional juga dapat saling memengaruhi. Stres atau kecemasan dapat membuat seseorang sulit tidur. Di sisi lain, tidur yang buruk dapat membuat seseorang lebih sulit menghadapi stres pada hari berikutnya. American Academy of Sleep Medicine (AASM) menyebut insomnia kronis sebagai kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan tidur atau mempertahankan tidur setidaknya tiga malam dalam seminggu selama minimal tiga bulan, disertai gangguan pada aktivitas siang hari. Karena itu, insomnia yang berlangsung terus-menerus tidak sebaiknya dianggap sekadar kebiasaan tidur larut malam.

- Kapan Harus Mencari Bantuan?

Jika kesulitan tidur terjadi sesekali, perubahan kebiasaan tidur dapat membantu. Menjaga jadwal tidur dan bangun yang konsisten, menciptakan lingkungan kamar yang nyaman, serta mengurangi paparan aktivitas yang membuat tubuh tetap terjaga menjelang waktu tidur dapat menjadi langkah awal. Namun, jika masalah tidur berlangsung lama dan mulai mengganggu pekerjaan, sekolah, hubungan sosial, atau suasana hati, konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu menemukan penyebab dan penanganan yang tepat. Untuk insomnia kronis, cognitive behavioral therapy for insomnia (CBT-I) merupakan salah satu pendekatan utama yang direkomendasikan. AASM menyebut CBT-I sebagai pengobatan yang efektif untuk insomnia kronis pada orang dewasa. Jadi, insomnia bukan sekadar soal bangun dengan mata mengantuk. Ketika berlangsung berulang, kurang tidur dapat memengaruhi konsentrasi, energi, dan kemampuan mengatur emosi sepanjang hari. Tidur yang cukup bukan kemewahan, melainkan bagian penting dari kesehatan fisik dan mental.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....