Fenomena Office Ageing, saat Lingkungan Kerja Bikin Seseorang Terlihat Lebih Tua
- 22 Sep 2026 11:28 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak - Fenomena office ageing menjadi istilah yang semakin banyak dibicarakan untuk menggambarkan perubahan fisik dan kondisi tubuh yang dapat muncul akibat kebiasaan serta lingkungan kerja. Istilah ini umumnya dikaitkan dengan pekerja yang menghabiskan banyak waktu di kantor, terutama mereka yang menjalani pekerjaan dengan posisi duduk dalam waktu lama, kurang bergerak, mengalami tekanan pekerjaan, hingga memiliki pola istirahat yang tidak teratur.
Mengutip CNN Indonesia, salah satu faktor yang sering dikaitkan dengan office ageing adalah gaya hidup sedentari. Duduk terlalu lama dan minim aktivitas fisik dapat membuat tubuh kurang aktif serta berpengaruh terhadap kebugaran. Ditambah dengan durasi bekerja yang panjang, paparan layar komputer, pencahayaan ruangan, dan kebiasaan makan yang kurang teratur, kondisi tersebut dapat membuat seseorang merasa lebih cepat lelah dan kurang bugar.
Selain faktor fisik, tekanan pekerjaan juga dapat berperan terhadap kondisi seseorang. Tenggat waktu, beban pekerjaan, tuntutan produktivitas, serta kurangnya waktu istirahat dapat meningkatkan stres. Jika berlangsung terus-menerus, stres dan kurang tidur dapat memengaruhi energi, konsentrasi, suasana hati, serta penampilan seseorang. Karena itu, office ageing tidak hanya berkaitan dengan usia, tetapi juga pola hidup yang terbentuk selama menjalani rutinitas pekerjaan.
Untuk mengurangi dampak kebiasaan kerja yang kurang sehat, pekerja dapat mulai menerapkan perubahan sederhana. Berjalan atau melakukan peregangan secara berkala di sela pekerjaan, menjaga posisi duduk, mengatur waktu istirahat dari layar, mengonsumsi makanan bergizi, mencukupi kebutuhan air, serta menjaga pola tidur dapat menjadi bagian dari rutinitas harian. Aktivitas fisik secara teratur juga penting untuk membantu mempertahankan kebugaran tubuh.
Pada akhirnya, office ageing menjadi pengingat bahwa rutinitas pekerjaan perlu diimbangi dengan kebiasaan hidup yang sehat. Lingkungan kerja yang mendukung pergerakan, waktu istirahat yang cukup, dan keseimbangan antara pekerjaan dengan kehidupan pribadi dapat membantu menjaga kondisi fisik maupun mental pekerja. Dengan demikian, produktivitas tidak hanya diukur dari banyaknya pekerjaan yang diselesaikan, tetapi juga dari kemampuan menjaga kesehatan dalam jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....