Penyakit yang Mengintai saat Kabut Asap, Bukan Hanya ISPA

  • 28 Agt 2026 09:52 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak - Kabut asap tidak hanya meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), tetapi juga dapat memicu berbagai gangguan kesehatan lainnya. Paparan asap yang mengandung partikel halus dan berbagai zat iritan dapat mengganggu sistem pernapasan, mata, kulit, hingga memperburuk kondisi kesehatan tertentu, terutama pada kelompok rentan.

Mengutip Alodokter, salah satu gangguan yang dapat muncul adalah asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) yang kambuh atau menjadi lebih parah akibat kualitas udara yang buruk. Partikel asap yang masuk ke saluran pernapasan dapat menyebabkan iritasi dan peradangan sehingga memicu batuk, sesak napas, serta rasa tidak nyaman di dada.

Selain gangguan pernapasan, kabut asap juga dapat menyebabkan iritasi mata dan kulit. Mata dapat menjadi merah, berair, terasa perih, atau mengalami gatal, sementara kulit yang terpapar polutan dapat mengalami iritasi. Kondisi tersebut dapat semakin mengganggu aktivitas masyarakat apabila paparan asap berlangsung dalam waktu lama.

Paparan polusi udara dalam jangka panjang juga perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan yang lebih serius, termasuk penyakit kardiovaskular. Kelompok seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang yang memiliki penyakit pernapasan atau jantung perlu mendapat perhatian lebih karena dapat lebih rentan terhadap dampak kualitas udara yang buruk.

Untuk mengurangi risiko, masyarakat disarankan membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk dan menggunakan masker yang sesuai saat harus beraktivitas di luar rumah. Menjaga ventilasi dan kualitas udara di dalam ruangan juga penting. Jika muncul keluhan seperti sesak napas berat, nyeri dada, atau kondisi kesehatan memburuk, masyarakat sebaiknya segera mencari pertolongan medis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....