Infeksi Amuba Mematikan, Anak 8 Tahun di AS Tak Tertolong
- 26 Agt 2026 14:30 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak- Seorang anak berusia 8 tahun di Amerika Serikat dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami infeksi langka akibat amuba yang dikenal sebagai “pemakan otak”. Infeksi tersebut disebabkan oleh Naegleria fowleri, organisme mikroskopis yang umumnya ditemukan di air tawar hangat. Kasus ini menjadi perhatian karena infeksi tersebut tergolong sangat jarang, tetapi dapat berkembang dengan cepat.
Naegleria fowleri dapat masuk ke dalam tubuh ketika air yang terkontaminasi masuk melalui hidung. Organisme tersebut kemudian dapat bergerak menuju otak dan menyebabkan penyakit yang disebut primary amebic meningoencephalitis (PAM).Di lansir dari CNN INDONESIA, penyakit ini menyerang sistem saraf pusat dan dapat menimbulkan kondisi yang mengancam jiwa.
Gejala awal infeksi umumnya dapat menyerupai penyakit lain, seperti sakit kepala, demam, mual, dan muntah. Seiring perkembangan penyakit, penderita dapat mengalami leher kaku, kebingungan, gangguan keseimbangan, kejang, hingga kehilangan kesadaran. Karena perkembangannya dapat berlangsung cepat, penanganan medis segera sangat diperlukan ketika muncul gejala setelah aktivitas di air tawar hangat.
Para ahli kesehatan menekankan bahwa infeksi Naegleria fowleri sangat jarang terjadi. Risiko umumnya berkaitan dengan aktivitas di air tawar hangat, terutama ketika air masuk melalui hidung. Amuba ini tidak menyebabkan infeksi hanya karena seseorang menelan air yang terkontaminasi dan tidak menular dari satu orang ke orang lain.
Untuk mengurangi risiko, masyarakat yang berenang di danau, sungai, atau sumber air tawar hangat disarankan menghindari memasukkan air ke dalam hidung. Penggunaan penjepit hidung atau menutup hidung saat menyelam juga dapat menjadi langkah pencegahan. Meski kasusnya sangat langka, kewaspadaan tetap penting, terutama saat beraktivitas di perairan tawar yang hangat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....