Audit Klinis TB RO di RSUD Biak,Hadirkan Tim Ahli Klinis Eksternal
- 20 Agt 2026 19:05 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak- Meningkatkan mutu pelayanan Tuberkulosis Resisten Obat (TB RO), Dinas Kesehatan Provinsi Papua menyelenggarakan Audit Klinis TB RO di RSUD Biak pada Kamis 20 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan tim klinis eksternal RSUD Biak,serta dihadiri Plt Direktur RSUD Biak, Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Biak Numfor, Ketua Tim Klinis Internal RSUD Biak. Selain itu juga diikuti Wasor TB Propinsi dan Tim Global Fund ATM ,Wasor TB Kabupaten Biak Numfor dan TO TB Kabupaten serta Tim TB RSUD Biak dan Tim Puskesmas Ridge dan Puskesmas Yendidori
Menurut Tim Ahli Klinis Eksternal dari RSUD Kota Makassar,dr. Liliana Muis, Sp.PD, PK menyebut kegiatan audit klinis TBC RO di RSUD Biak sebagai fasilitas kesehatan yang melaksanakan layanan TBC RO
“Fungsi audit kliniS TBC RO ini bahwa setiap pasien yang menjalani pengobatan TBC RO di faskes, nanti akan kita lihat bagaimana proses dari diagnosanya,bagaimana proses pemeriksaan secara rutinnya, pengobatannya, efek samping obat,bagaimana keberhasilan terapinya, sehingga pasiennya tidak dilepas sendiri karean tujuan akhir program ini adalah bukan keberhasilan program namun keberhasilan pengobatannya kepada pasien,”ujar dr Liliana Muis
| Baca juga: Mengenal Lupus, Penyakit 1000 Wajah |
“Tidak kalah penting untuk pelayanannya, bukan hanya dari programya namun juga dari sisI faksesnya sendiri,fasilitasnya,nakesnya dan bagaimana kerjasama yang baik sehingga pasein sembuh,”ucapnya

Selaku Ketua Tim Ahli Klinis Internal RSUD Biak Numfor dr. Riris Ayu Widyaningrum, Sp.PD, FINASIM mengatakan kegiatan audit klinis TB OR sangat penting dan sangat bermanfaat
“Hari ini kami didampingi dari tim manajemen dan ibu Plt Direktur RSUD Biak yang sangat mendukung kegiatan dan merespon baik, semua kekurangan dari manajemen akan segera dilengkapi, kami sangat berterimakasih dan sangat membantu kami Tim Klinis Internal.”ujar dr Riris Ayu
Sebelumnay Plt Direktur RSUD Biak Yubelina Marandof mengatakan audit klinis TB RO adalah audit rutin setiap tahun dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua melakukan monitoring bagaiman pelayanan yang berjalan selama ini

“Tujuan utama kegiatan ini adalah bagaimana pasien medapatkan pelayanan dengan baik sesuai tata laksana pasien TB RO selain itu juga untuk melihat seberapa jauh pengobatan TB RO,”ujar Yubelian Marandof
“Ada dua jenis TB yaitu TB RO dan TB SO ( Sensitif Obat) ,dari dua TB ini yang berisiko adalah TB RO dan hingga saat ini pengobatannya masih di lakukan di RSUD Biak karena setiap pasien harus meminum obat didepan petugas kesehatan,inilah yang menjadi kendala bagi kami karena penderita TB RO ini memiliki tempat tinggal di wilayah yang jauh sehingga obat yang diberikan setiap minggu untuk diberikan kepada pasien,cukup sulit dengan kendala biaya transportasi sehingga berdampak pada pasien yang tidak menyelesaikan pengobatannya,”ucapnya
Sementara Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor, Lukas Linggih menyebut perjalanan pengobatan TB RO di tahun 2025 hingga 2026 mencapai 50 hingga 60 persen
“Data Dinkes di 2025 sebanyak 50 pasien TB RO dan yang diobati sebanyak 47 atau 94 persen,namun ada yang hilang konta ,sementara di tahun 2026 ada 13 pasien dan yang diobati sebanyak 11 pasein atau 69 persen dan untuk perjalanan pengobatan juga belum 100 persen dengan sejumlah kendala yaitu akses dan biaya tranportasi”ujar Lukas Linggi
Sedangkan kasus TB SO cukup tinggi terdata di tahun 2024 sebanyak 729 kasus, tahun 2025 ada 795 dan di tahun 2026 bulan Januari hingga Juni sebanyak 406 pasien
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....