Tingkat Stres Pekerja di Indonesia Terendah Kedua se-ASEAN

  • 19 Jul 2026 09:08 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID – Biak, Indonesia mencatatkan tingkat stres pekerja terendah kedua di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) berdasarkan laporan State of the Global Workplace 2026 yang dirilis oleh Gallup. Survei yang dilakukan sepanjang 2025 itu menunjukkan hanya 14 persen pekerja di Indonesia yang mengaku mengalami stres pada sebagian besar waktu di hari sebelumnya. Capaian tersebut menempatkan Indonesia di bawah Vietnam yang mencatat angka 13 persen, sekaligus jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata ASEAN sebesar 25 persen dan rata-rata global yang mencapai 40 persen.

Melansir laman Goodstats, laporan Gallup mengukur tingkat stres melalui indikator daily stress, yakni pengalaman responden terhadap tekanan emosional pada hari sebelum wawancara. Hasil survei memperlihatkan adanya perbedaan yang cukup besar di antara negara-negara ASEAN. Filipina menjadi negara dengan tingkat stres pekerja tertinggi di kawasan sebesar 50 persen, disusul Myanmar 47 persen dan Singapura 43 persen. Sementara Indonesia dan Vietnam berada di posisi terbawah dengan tingkat stres paling rendah.

Meski tingkat stres pekerja di Indonesia tergolong rendah, laporan tersebut juga mencatat masih adanya tantangan dalam aspek kesehatan emosional lainnya. Sebagian responden mengaku masih mengalami kemarahan, kesedihan, dan kesepian dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa rendahnya tingkat stres tidak serta-merta menggambarkan kondisi kesejahteraan mental secara menyeluruh sehingga tetap diperlukan perhatian terhadap faktor-faktor psikologis di lingkungan kerja.

Temuan Gallup menjadi gambaran penting bagi pemerintah dan pelaku usaha dalam menyusun kebijakan ketenagakerjaan yang lebih berorientasi pada kesejahteraan pekerja. Selain mempertahankan tingkat stres yang relatif rendah, peningkatan kualitas lingkungan kerja, dukungan terhadap kesehatan mental, serta keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga produktivitas tenaga kerja di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....