Benda di Rumah yang Sering Tertelan Balita
- 27 Jun 2026 18:34 WIB
- Biak
RRI.CO.ID Biak – Rasa ingin tahu yang tinggi membuat balita gemar memasukkan berbagai benda ke dalam mulut. Kebiasaan ini merupakan bagian dari proses eksplorasi, tetapi juga menyimpan risiko serius jika benda yang dimasukkan tertelan atau tersangkut di saluran napas. Karena itu, orang tua perlu lebih waspada terhadap benda-benda kecil yang sering berada di sekitar rumah.
Berikut lima benda yang paling sering tertelan balita dan perlu mendapat perhatian khusus,di kutip dari kumparan mom yaitu:
1. Koin
Koin menjadi salah satu benda yang paling sering tertelan anak karena ukurannya kecil dan mudah ditemukan di rumah. Jika masuk ke saluran pencernaan, sebagian koin memang dapat keluar secara alami. Namun, bila tersangkut di kerongkongan, anak dapat mengalami nyeri, muntah, sulit menelan, hingga kesulitan bernapas sehingga membutuhkan penanganan medis segera.
2. Baterai Kancing
Baterai kancing (button battery) merupakan salah satu benda paling berbahaya jika tertelan. Baterai ini banyak ditemukan pada remote, jam tangan, timbangan digital, mainan, hingga alat bantu dengar.
Saat tersangkut di kerongkongan, baterai dapat menyebabkan luka bakar kimia yang serius hanya dalam waktu singkat. Kondisi ini merupakan keadaan darurat medis dan harus segera ditangani di rumah sakit.
3. Magnet Kecil
Mainan atau aksesori yang menggunakan magnet kecil juga perlu diwaspadai. Jika seorang anak menelan lebih dari satu magnet, atau magnet bersama benda logam lain, keduanya dapat saling menarik di dalam usus dan menyebabkan penyumbatan, robekan, bahkan kerusakan organ pencernaan.
Karena risikonya tinggi, anak yang diduga menelan magnet sebaiknya segera diperiksa oleh tenaga medis.
4. Baterai dan Bagian Kecil Mainan
Selain baterai kancing, komponen kecil dari mainan seperti roda, mata boneka, baut, atau kepingan plastik juga berpotensi tertelan. Benda-benda ini dapat menyumbat saluran napas atau saluran cerna, terutama pada anak usia di bawah tiga tahun.
Pastikan mainan yang digunakan sesuai usia anak dan tidak memiliki bagian kecil yang mudah lepas.
5. Kacang dan Permen Keras
Meski termasuk makanan, kacang utuh, permen keras, anggur utuh, maupun potongan makanan berukuran besar sering menjadi penyebab tersedak pada balita. Anak yang belum mampu mengunyah dengan baik memiliki risiko lebih tinggi mengalami sumbatan saluran napas.
Orang tua sebaiknya memotong makanan menjadi ukuran kecil dan selalu mendampingi anak saat makan.
Tanda-Tanda Anak Mungkin Menelan Benda Asing
Orang tua perlu segera mencari pertolongan medis apabila anak menunjukkan gejala seperti:
Tersedak atau batuk terus-menerus.
Sulit menelan atau menolak makan.
Air liur keluar berlebihan.
Nyeri di dada atau leher.
Muntah berulang.
Sulit bernapas atau bibir tampak kebiruan.
Cara Mencegah
Untuk mengurangi risiko, orang tua dapat melakukan beberapa langkah berikut:
Simpan benda-benda kecil di tempat yang tidak dapat dijangkau anak.
Periksa kondisi mainan secara rutin dan buang bagian yang rusak.
Pastikan penutup baterai pada perangkat elektronik terkunci rapat.
Awasi anak saat bermain dan makan.
Ajarkan anak agar tidak memasukkan benda asing ke dalam mulut seiring bertambahnya usia.
Sebagian besar kasus benda tertelan pada balita sebenarnya dapat dicegah melalui pengawasan dan pengamanan lingkungan rumah. Koin, baterai kancing, magnet, komponen kecil mainan, serta makanan tertentu menjadi benda yang paling sering menyebabkan keadaan darurat. Dengan meningkatkan kewaspadaan dan mengenali tanda-tanda bahaya, orang tua dapat memberikan perlindungan yang lebih baik bagi keselamatan buah hati.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....