Suplemen Glukosamin Diduga Percepat Kepikunan Penderita Alzheimer

  • 24 Jun 2026 19:59 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID Biak – Suplemen glukosamin yang selama ini banyak digunakan untuk membantu menjaga kesehatan sendi menjadi sorotan setelah sejumlah peneliti melaporkan adanya indikasi bahwa zat tersebut dapat berkaitan dengan percepatan penurunan fungsi kognitif pada sebagian penderita Alzheimer.

Temuan tersebut berasal dari studi observasional yang meneliti kondisi pasien Alzheimer yang mengonsumsi glukosamin secara rutin dalam jangka panjang. Peneliti menemukan adanya hubungan antara penggunaan suplemen tersebut dengan laju penurunan daya ingat dan kemampuan berpikir yang lebih cepat dibandingkan kelompok pasien yang tidak mengonsumsinya,seperti di kutip dari kumparan.com..

Meski demikian, para ahli menekankan bahwa hasil penelitian ini belum membuktikan bahwa glukosamin secara langsung menyebabkan memburuknya gejala Alzheimer. Faktor lain seperti usia, kondisi kesehatan penyerta, penggunaan obat-obatan tertentu, serta tingkat keparahan penyakit dapat turut memengaruhi hasil penelitian.

"Kami menemukan adanya asosiasi yang perlu diteliti lebih lanjut, namun belum dapat menyimpulkan hubungan sebab-akibat," ujar salah satu peneliti dalam laporan yang dipublikasikan baru-baru ini.

Glukosamin merupakan senyawa yang umum digunakan untuk membantu mengurangi gejala osteoartritis dan nyeri sendi. Suplemen ini tersedia luas di berbagai negara dan sering dikonsumsi tanpa resep dokter.

Menanggapi temuan tersebut, sejumlah pakar neurologi mengimbau masyarakat, khususnya keluarga yang merawat pasien Alzheimer, agar tidak terburu-buru menghentikan penggunaan suplemen tanpa berkonsultasi dengan tenaga medis. Mereka menilai diperlukan penelitian lanjutan, termasuk uji klinis yang lebih ketat, untuk memastikan apakah terdapat mekanisme biologis yang dapat menjelaskan hubungan tersebut.

Hingga saat ini, belum ada rekomendasi resmi dari otoritas kesehatan yang menyarankan penghentian penggunaan glukosamin pada penderita Alzheimer. Para dokter tetap menyarankan agar penggunaan suplemen apa pun disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien dan berada di bawah pengawasan tenaga kesehatan.

Penelitian lanjutan diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai keamanan penggunaan glukosamin pada kelompok pasien dengan gangguan neurodegeneratif, termasuk Alzheimer, yang jumlah penderitanya terus meningkat di berbagai negara.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....