Fakta Narkoba Digital yang Bikin Heboh

  • 29 Apr 2026 10:40 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID Biak, I-Doser semakin marak beredar dan terus menjadi buah bibir di berbagai kalangan. Disebut narkoba digital karena dapat memberikan efek langsung pada otak layaknya ganja.

Aplikasi I-Doser pada dasarnya merupakan sebuah program berteknik binaural yang dimasukkan ke dalam musik, atau alunan nada. Jika Anda mendengarkan musik atau nada berbasis binaural tersebut, maka tingkat kesadaran Anda akan berubah.Di kutib dari klip dokter.

Cara Kerja

Narkoba digital bekerja menggunakan kekuatan dua frekuensi yang berbeda pada masing-masing telinga. Perbedaan antara kedua frekuensi tersebut memberikan efek binaural beats terhadap otak pendengar. Alhasil, pendengar bisa mengatur gelombang otak sesuai keinginannya.

Target gelombang otak bisa mengarah kepada lima kategori di bawah ini:

Delta. Memiliki frekuensi gelombang 40 Hz, yang membantu memberikan efek kesadaran penuh dalam memecahkan masalah.

Bukan Narkoba

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009, narkoba adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Berdasarkan pengertian tersebut dan diskusi dari beberapa ahli yang berkompeten di bidangnya, aplikasi I-Doser dinyatakan tidak termasuk ke dalam golongan narkoba.

Meski bukan narkoba digital, penggunaan I-Doser harus diawasi secara ketat. Sebab aplikasi ini bekerja dengan memengaruhi gelombang otak, yang bila disalahgunakan bisa berbahaya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....