Duduk Berjam-jam Picu Risiko Penyakit Kronis, Ini Faktanya
- 28 Apr 2026 14:02 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak - Kebiasaan duduk terlalu lama, bahkan hingga delapan jam per hari, kini dianggap sebagai ancaman serius bagi kesehatan. Aktivitas ini disebut-sebut memiliki risiko yang sebanding dengan faktor klasik seperti merokok dan tekanan darah tinggi.
Banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam dalam posisi duduk, baik saat bekerja di kantor, berkendara, maupun bersantai di rumah. Minimnya aktivitas fisik inilah yang kemudian berdampak buruk bagi kondisi tubuh.
Laporan dari Jurnal Medis Jerman menyebutkan bahwa duduk lebih dari delapan jam sehari dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Selain itu, kondisi ini juga berkaitan dengan diabetes hingga beberapa jenis kanker. Kurangnya aktivitas fisik bahkan dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian hingga 80 persen. Sekadar berdiri belum cukup untuk menekan risiko tersebut, sehingga diperlukan aktivitas fisik yang lebih aktif dan teratur.
Sebuah studi dalam Journal of the American College of Cardiology menyarankan individu yang banyak duduk untuk rutin berolahraga setidaknya lima jam setiap minggu. Aktivitas tersebut idealnya mencakup latihan daya tahan dan kekuatan. Penelitian itu juga menunjukkan bahwa aktivitas fisik ringan selama 15 menit per hari sudah mampu menurunkan risiko kematian hingga 14 persen. Semakin aktif seseorang, semakin besar pula manfaat yang dirasakan bagi kesehatan.
Para peneliti menjelaskan bahwa olahraga dapat meningkatkan aktivitas enzim telomerase yang berperan menjaga panjang telomer pada kromosom. Proses ini membantu memperlambat penuaan sel dalam tubuh. Oleh karena itu, mengurangi waktu duduk dan meningkatkan aktivitas fisik menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....