Sering Pakai Celana Ketat? Ini Risiko yang Perlu Diketahui
- 28 Apr 2026 08:08 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak - Tren fashion terus mengalami perkembangan, salah satunya terlihat dari popularitas celana ketat seperti skinny jeans dan legging. Meski memberikan kesan modis dan mampu menonjolkan bentuk tubuh, penggunaan pakaian yang terlalu ketat secara berulang ternyata dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan. Dampaknya tidak hanya pada kenyamanan, tetapi juga berpotensi memicu gangguan serius jika diabaikan.
Mengutip hellosehat.com, pemakaian celana jeans yang terlalu ketat pada pria dapat mengganggu sirkulasi darah di area paha dan kaki, sehingga memicu kesemutan atau mati rasa. Selain itu, peningkatan suhu di sekitar testis juga dapat terjadi dan berpotensi memengaruhi kualitas sperma.
Dari sisi kulit, celana yang terlalu ketat dapat menyebabkan iritasi, lecet, hingga infeksi jamur, terutama jika bahannya tidak mampu menyerap keringat dengan baik. Pada wanita, kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih maupun infeksi jamur pada area kewanitaan akibat kelembapan dan kurangnya sirkulasi udara.
Pemakaian celana ketat sesekali umumnya tidak langsung menimbulkan dampak buruk. Namun, jika digunakan terlalu sering dalam jangka waktu lama, risiko gangguan kesehatan akan semakin meningkat. Karena itu, penting untuk memperhatikan kenyamanan serta kelancaran sirkulasi tubuh saat memilih pakaian.
Sebagai langkah pencegahan, disarankan memilih celana dengan ukuran yang pas, berbahan lembut dan mampu menyerap keringat, serta memberikan waktu bagi tubuh untuk “bernapas” dengan mengenakan pakaian yang lebih longgar, terutama saat berada di rumah. Mengikuti tren boleh saja, tetapi menjaga kesehatan tetap harus menjadi prioritas utama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....