Mengenal Forest Bathing, Tahasia Relaksasi dari Alam Terbuka

  • 20 Apr 2026 19:38 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID,Biak- - Forest bathing atau mandi hutan kian populer sebagai cara sederhana untuk menjaga kesehatan fisik dan mental, dengan mengajak masyarakat kembali terhubung dengan alam di tengah padatnya aktivitas sehari-hari.

Melansir Cleveland Clinic, konsep ini berasal dari Jepang dengan istilah shinrin-yoku, yang secara harfiah berarti 'mandi hutan'. Namun, kegiatan ini bukan benar-benar mandi, melainkan membenamkan diri dalam suasana hutan dengan melibatkan seluruh indera. Mulai dari melihat, mendengar, mencium, hingga merasakan lingkungan sekitar.

Kegiatan ini berakar dari filosofi Jepang seperti yugen (kesadaran akan keindahan), komorebi (cahaya matahari di sela daun), dan wabi-sabi (keindahan dalam ketidaksempurnaan).

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa terapi hutan berpotensi memberi dampak positif, terutama untuk kesehatan mental. Berikut beberapa manfaatnya:

1. Menurunkan stres dan kecemasan

Mengutip Stanford Lifestyle Medicine, forest bathing diketahui dapat membantu menurunkan kadar kortisol atau hormon stres. Sensasi tenang dari alam membantu otak keluar dari pola overthinking dan kecemasan.

2. Meningkatkan suasana hati

Paparan lingkungan yang hijau dapat membantu meredakan gejala depresi ringan. Aktivitas ini memberi efek relaksasi yang membuat suasana hati lebih stabil.

3. Mendukung sistem imun

Sebuah penelitian tahun 2010 menemukan bahwa orang yang berjalan di hutan dua kali sehari selama dua jam memiliki kadar protein pembunuh kanker dan sel imun yang lebih tinggi.

4. Membantu fungsi otak

Udara yang lebih segar dan kaya oksigen di area hutan dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan kejernihan berpikir.

5. Menurunkan tekanan darah

Penelitian tahun 2011 menemukan bahwa terapi hutan bermanfaat bagi tekanan darah dan adiponektin, protein yang membantu mengatur kadar gula darah.

Meski efek terbaik didapat di hutan alami, bukan berarti forest bathing hanya bisa dilakukan di tempat terpencil. Bagi masyarakat perkotaan, ada beberapa alternatif untuk melakukan aktivitas ini, seperti:

• Taman kota

• Ruang terbuka hijau

• Kebun atau halaman rumah

• Ruangan dengan tanaman

Meski menjanjikan, para ahli menekankan bahwa forest bathing bukan pengganti pengobatan medis. Penelitian terkait manfaat fisiknya pun masih terus berkembang.

Namun, sebagai bagian dari gaya hidup sehat, aktivitas ini dinilai aman dan berpotensi memberikan dampak positif, terutama dalam mengelola stres sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....