Aktivitas Pasif saat Duduk Berkaitan dengan Risiko Demensia, Simak Penjelasanya
- 15 Apr 2026 05:37 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak - Kebiasaan menonton televisi atau scrolling tanpa interaksi ternyata tidak sesederhana yang terlihat. Studi terbaru menemukan, aktivitas pasif saat duduk berkaitan dengan peningkatan risiko demensia. Sebaliknya, aktivitas yang tetap melibatkan otak justru dapat membantu melindungi fungsi kognitif. Temuan ini menunjukkan bahwa cara mengisi waktu luang bisa berdampak langsung pada kesehatan otak. Mengutip CNN (6/4/2026), studi dalam American Journal of Preventive Medicine melibatkan lebih dari 20.000 orang dewasa di Swedia selama hampir 20 tahun. Peserta diminta melaporkan berapa lama mereka duduk dan aktivitas apa yang dilakukan saat itu. Hasilnya menunjukkan bahwa aktivitas duduk yang bersifat pasif berkaitan dengan risiko demensia yang lebih tinggi. Sebaliknya, aktivitas yang melibatkan pemikiran aktif dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah. Pakar kesehatan CNN, Dr. Leana Wen, mengatakan perbedaan ini terletak pada penggunaan otak.
Studi ini juga melihat dampak jika kebiasaan tersebut diubah. Mengganti satu jam aktivitas pasif dengan aktivitas yang lebih aktif secara mental dikaitkan dengan penurunan risiko demensia sekitar 7 persen. Menambahkan satu jam aktivitas mental secara umum juga berhubungan dengan penurunan risiko sekitar 4 persen. Jika dikombinasikan dengan aktivitas fisik, penurunan risiko bisa mencapai 11 persen. Hasil ini menunjukkan bahwa perubahan kecil dalam rutinitas harian dapat memberi manfaat jangka panjang. Aktivitas pasif cenderung tidak memberikan rangsangan yang cukup bagi otak. Menurut Dr. Wen, otak membutuhkan tantangan untuk menjaga koneksi saraf tetap aktif. Tanpa stimulasi yang cukup, kemampuan berpikir dan memori bisa menurun seiring waktu. Aktivitas pasif juga sering dilakukan dalam waktu lama tanpa jeda. Kondisi ini dapat mengurangi aliran darah ke otak dan berdampak pada fungsi kognitif. Selain itu, kebiasaan ini juga sering dikaitkan dengan kualitas tidur yang kurang baik dan minim interaksi sosial.
Tidak semua aktivitas duduk berdampak buruk. Kegiatan seperti membaca, mengerjakan teka-teki, bermain strategi, atau belajar hal baru dapat membantu menjaga kesehatan otak. Hobi kreatif seperti menulis, menggambar, atau bermain musik juga memberikan stimulasi yang baik. Interaksi sosial menjadi faktor tambahan yang penting. Berbicara dengan orang lain atau melakukan aktivitas bersama dapat membantu menjaga fungsi kognitif tetap optimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....