Indonesia Peringati Hari Kanker Nasional Setiap 11 April

  • 10 Apr 2026 17:56 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak – Indonesia peringati Hari Kanker Tulang Nasional setiap tahun pada tanggal 11 April. Momen ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan gejala, deteksi dini, dan pengobatan kanker tulang. Peringatan ini juga menekankan pentingnya dukungan bagi pasien dan keluarga dalam melawan penyakit tersebut, sekaligus mengingatkan pentingnya gaya hidup sehat dan deteksi dini untuk masa depan cerah, mengingat dampak serius penyakit ini.

Kanker tulang adalah pertumbuhan sel abnormal dan tidak terkendali yang berasal dari sel tulang, bersifat ganas (kanker), serta jarang terjadi (sekitar 1% dari semua kasus kanker). Kanker ini sering menyerang tulang panggul, lengan, atau tungkai pada anak-anak, remaja, hingga dewasa muda, yang menyebabkan tulang menjadi rapuh, mudah patah, serta memunculkan rasa nyeri intens.

Kanker Tulang terdiri atas dua kategori yaitu Kanker Tulang Primer, berasal langsung dari tulang, seperti Osteosarkoma (sering pada remaja), Ewing Sarkoma, dan Kondrosarkoma. Serta Kanker Tulang Sekunder,yaitu Kanker yang menyebar (metastasis) ke tulang dari organ lain, contohnya kanker payudara, paru-paru, atau prostat.

Meskipun penyebab pastinya seringkali tidak diketahui, kanker tulang primer diduga akibat kesalahan genetik/DNA pada sel tulang. Risiko lebih tinggi pada penderita kelainan genetik tertentu, atau riwayat radioterapi sebelumnya.

Gejala awal penyakit kanker tulang Gejala Umum nyeri tulang yang menetap, terutama memberat saat malam hari atau digerakkan. Diikuti pembengkakan dan kemerahan di area tulang yang terkena. Tulang rapuh sehingga mudah patah. Penderita biasanya mengalami kesulitan berjalan atau menggerakkan anggota tubuh dan terdapat Benjolan di sekitar tulang.

Untuk pengobatan dan penanganan kanker tulang melibatkan tim ahli ortopedi dan onkologi, meliputi kombinasi kemoterapi (sebelum/sesudah operasi), operasi pengangkatan tumor (pembedahan konservasi tungkai), radioterapi, atau amputasi dalam kondisi ekstrem.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....