Begadang dan Dampaknya Bagi Tubuh dan Mental

  • 31 Mar 2026 11:58 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID,Biak - Begadang merupakan kondisi berjaga tidak tidur hingga larut malam, sering kali berlanjut sampai pagi hari. Aktivitas ini dapat dilakukan secara sadar, baik untuk bekerja, belajar, atau bermain. Namun, lebih sering begadang adalah kebiasaan yang mengganggu jam biologis tubuh dan dapat berdampak negatif pada kesehatan.

Secara harfiah, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), begadang berarti berjaga tidak tidur hingga larut malam. Namun, dalam konteks kebiasaan dan dampaknya pada kesehatan, arti begadang jauh lebih luas. Ini bukan hanya sekadar terjaga, tetapi juga melibatkan gangguan pada pola tidur alami seseorang.

Mengutip Sleep Foundation, orang dewasa idealnya tidur setidaknya tujuh jam per malam. Sementara itu, remaja membutuhkan waktu tidur sekitar delapan hingga sepuluh jam. Kurang dari kebutuhan tersebut, tubuh akan mulai menunjukkan berbagai tanda gangguan.

Apa saja dampak buruk dari kebiasaan sering begadang? Simak penjelasannya, melansir berbagai sumber:

1. Emosi jadi tidak stabil

Kurang tidur dapat memengaruhi kondisi emosional. Seseorang menjadi lebih mudah marah, gelisah, dan mengalami perubahan suasana hati yang cepat. Tak hanya itu, kemampuan mengambil keputusan dan berpikir kreatif juga bisa menurun.

2. Sistem imun melemah

Saat tidur, tubuh memproduksi zat pelindung seperti antibodi dan sitokin untuk melawan infeksi. Begadang membuat proses ini terganggu, sehingga daya tahan tubuh menurun dan lebih rentan terserang penyakit.

3. Mudah lupa dan sulit fokus

Kebiasaan begadang dapat mengganggu fungsi otak. Dampaknya, seseorang menjadi lebih pelupa, mudah mengantuk di siang hari, dan kesulitan berkonsentrasi.

4. Rentan mengalami depresi

Kurang tidur juga berkaitan dengan kesehatan mental. Orang yang sering begadang cenderung lebih berisiko mengalami depresi karena berkurangnya kemampuan mengelola emosi, termasuk dalam memaknai situasi secara positif.

5. Meningkatkan risiko diabetes dan hipertensi

Begadang dapat mengganggu kerja hormon serta kemampuan tubuh dalam mengatur kadar gula darah. Dalam jangka panjang, kondisi ini meningkatkan risiko penyakit seperti diabetes dan tekanan darah tinggi.

6. Menurunkan gairah seksual

Kelelahan akibat kurang tidur dapat berdampak pada penurunan libido. Energi yang terkuras membuat keinginan untuk berhubungan seksual ikut menurun.

7. Memicu kenaikan berat badan

Begadang juga berkaitan dengan peningkatan risiko obesitas. Gangguan metabolisme dan rasa lapar yang lebih sering muncul membuat pola makan menjadi tidak terkontrol, sehingga berat badan cenderung naik.

Berbagai dampak tersebut menunjukkan bahwa begadang bukan sekadar kebiasaan ringan. Menjaga pola tidur yang cukup dan teratur menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....