Waspadai Ikan Asin Berformalin, Ini Efeknya bagi Kesehatan

  • 17 Mar 2026 15:04 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak - Temuan ikan asin yang mengandung formalin kembali menjadi perhatian pemerintah setelah masih ditemukannya produk berbahaya tersebut di sejumlah pasar. Padahal, formalin merupakan bahan kimia yang dilarang dalam makanan karena dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari keracunan hingga meningkatkan risiko kanker.

Masyarakat pun diimbau untuk lebih berhati-hati dalam memilih bahan pangan, khususnya produk laut yang banyak dijual di pasar tradisional. Dilansir dari CNN Indonesia, menjelang Hari Raya Idul Fitri, konsumsi ikan asin biasanya meningkat, sehingga konsumen diminta lebih teliti sebelum membeli agar terhindar dari produk berbahaya.

Secara umum, ikan asin berformalin memiliki perbedaan yang cukup jelas dibandingkan ikan asin yang diproses secara alami melalui penggaraman dan pengeringan. Perbedaan ini dapat dikenali dari beberapa ciri fisik yang mudah diamati.

1. Tekstur Terlalu Keras

Ikan asin yang mengandung formalin biasanya terasa sangat kaku dan keras. Bahkan ketika ditekan atau direndam dalam air, teksturnya tidak mudah hancur.

2. Aroma Tidak Amis

Berbeda dengan ikan asin alami yang memiliki bau laut yang khas dan cukup tajam, ikan asin berformalin justru hampir tidak mengeluarkan aroma.

3. Warna Lebih Cerah

Secara tampilan, ikan asin berformalin terlihat lebih bersih dan cerah secara tidak wajar dibandingkan ikan asin yang diawetkan secara alami.

4. Kenyal saat Dimasak

Ikan asin alami cenderung mudah hancur saat dikunyah. Namun, ikan yang mengandung formalin justru terasa kenyal dan tidak mudah rapuh.

Bahaya formalin tidak hanya terjadi jika dikonsumsi dalam jumlah besar, tetapi juga dari paparan kecil yang berlangsung terus-menerus. Dalam jangka pendek, konsumsi ikan berformalin dapat menyebabkan mual, muntah, sakit perut, diare, pusing, hingga reaksi alergi. Sementara dalam jangka panjang, zat ini berisiko merusak organ penting seperti hati, ginjal, dan jantung, serta mengganggu sistem saraf.

Selain itu, formalin juga bersifat karsinogenik yang dapat memicu kanker, termasuk kanker nasofaring. Untuk menghindari risiko tersebut, masyarakat disarankan membeli ikan asin dari pedagang terpercaya dan memperhatikan kondisi produk dengan saksama. Kewaspadaan konsumen menjadi kunci penting untuk melindungi diri dari bahaya pangan yang tidak aman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....