Jangan Abaikan! Ini Tanda-Tanda Tubuh Mengalami Dehidrasi
- 20 Feb 2026 11:52 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak - Di tengah aktivitas yang padat, banyak orang baru menyadari kurang minum saat kepala terasa berat atau tenggorokan sangat kering. Padahal, tubuh sebenarnya sudah memberi tanda jauh sebelumnya. Dehidrasi terjadi ketika cairan yang keluar dari tubuh lebih banyak daripada yang masuk, sehingga fungsi organ mulai terganggu. Kondisi ini bisa muncul saat cuaca panas, banyak berkeringat, atau ketika sedang sakit seperti demam dan diare.
Mengutip penjelasan dari Cleveland Clinic, dehidrasi terjadi saat kadar cairan tubuh turun hingga tidak mampu mendukung fungsi normal. Penyebabnya bisa sederhana, seperti kurang minum sepanjang hari, atau karena muntah, diare, demam, hingga konsumsi obat tertentu yang membuat lebih sering buang air kecil. Saat cairan berkurang, organ tubuh bekerja lebih keras dan memunculkan berbagai gejala sebagai sinyal peringatan.
Rasa haus biasanya menjadi tanda awal, tetapi sering kali muncul ketika tubuh sudah mulai kekurangan cairan. Pada bayi dan lansia, tanda ini bahkan bisa tidak terasa jelas. Jika tidak segera ditangani, dehidrasi berat dapat membutuhkan perawatan medis seperti pemberian cairan infus.
Air memiliki peran penting bagi tubuh. Sebagian besar organ—termasuk otak, jantung, dan otot—bergantung pada cairan untuk bekerja optimal. Air membantu pencernaan, mengedarkan oksigen, menjaga suhu tubuh, melumasi sendi, hingga melindungi organ vital. Karena itu, kekurangan cairan sedikit saja dapat memengaruhi banyak fungsi sekaligus.
Saat beraktivitas atau berada di lingkungan panas, tubuh mengeluarkan keringat untuk menurunkan suhu. Proses ini memang mendinginkan tubuh, tetapi juga menguras cairan. Jika tidak segera diganti, tubuh akan kehilangan stamina dan memunculkan gejala seperti lemas dan pusing.
Pada anak-anak, tanda dehidrasi bisa terlihat dari bibir kering, jarang buang air kecil, tidak keluar air mata saat menangis, hingga ubun-ubun yang tampak cekung pada bayi. Sementara pada orang dewasa, gejalanya meliputi sakit kepala, mulut kering, urine berwarna gelap, detak jantung meningkat, hingga kram otot. Dalam kondisi tertentu, dehidrasi juga dapat memicu tekanan darah menurun dan sakit kepala berat yang disertai mual.
Siapa pun bisa mengalami dehidrasi, tetapi bayi, anak-anak, dan lansia lebih berisiko karena mereka tidak selalu mampu mengenali atau menyampaikan rasa haus. Karena itu, penting untuk menjaga asupan cairan setiap hari dan tidak menunggu sampai rasa haus muncul. Mengenali tanda-tandanya sejak awal adalah langkah sederhana untuk mencegah dampak yang lebih serius.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....