HKN ke-61,RSUD-Dinkes Biak Luncurkan Layanan Kamam Melaut
- 12 Nov 2025 12:41 WIB
- Biak
KBRN, Biak : RSUD Biak bersama Dinas Kesehatan Biak Numfor menandai peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 dengan meluncurkan layanan terpadu " Kamam Melaut", Rabu (12/11/2025). Layanan ini dirancang untuk mendeteksi dini gejala stroke, serangan jantung, dan sindrom dekompresi pada penyelam.
Makna Mendalam di Balik Nama "KAMAM"
Kata "KAMAM" berasal dari bahasa Biak yang berarti "Bapa" – sosok ayah yang senantiasa melindungi dan menjaga keluarga yang dicintainya. Makna filosofis inilah yang menginspirasi tim medis untuk menciptakan layanan kesehatan yang menjadi pelindung masyarakat dari ancaman penyakit mematikan.
KAMAM merupakan kepanjangan dari "Kenali dan Atasi Masalah kesehatan jantung dan stroke melalui Aplikasi Mobile", sementara "Melaut" adalah akronim dari "Melaksanakan Layanan Unggulan Terpadu Kemenkes RI".
Transformasi Layanan
Momentum ini menjadi langkah tranformasi pelayanan kesehatan bagi RSUD Biak dalam meluncurkan terobosan pelayanan kesehatan berbasis teknologi digital.
Bupati Biak Numfor hadir dalam acara peringatan dan menerima penyerahan platform VNWT (Vigor Neuroweltech) yang dilengkapi aplikasi NAM (Nevroarithmomacin) secara simbolis dari konseptor sekaligus Ketua PERDOSNI Cabang Papua, dr. Gerard A. Juswanto. Turut mendampingi dalam acara tersebut adalah Direktur RSUD Biak dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor.

Penyerahan simbolis Aplikasi VNWT NAM dari konseptor sekaligus Ketua PERDOSNI Cabang Papua, dr. Gerard A. Juswanto kepada Bupati Biak Numfor, Markus Octovianus Mansnembra pada peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 61 , Rabu (12/11/2025) (Foto : RSUD Biak)
Komitmen Transformasi Kesehatan Nasional
Bupati Biak Numfor, Markus Octovianus Mansnembra, dalam sambutannya membacakan pesan khusus dari Menteri Kesehatan RI yang menekankan urgensitas kualitas kesehatan sebagai fondasi peradaban bangsa. Menkes juga menyoroti capaian transformasi kesehatan selama empat tahun terakhir, khususnya dalam transformasi teknologi kesehatan sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan dunia.
"Tema HKN tahun ini menjadi pengingat bahwa kualitas kesehatan hari ini menentukan peradaban bangsa esok hari. Empat tahun terakhir, kita telah menapaki transformasi kesehatan melalui pemberian pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan akses yang mudah, kualitas yang baik, dan biaya yang terjangkau," demikian sambutan Menteri Kesehatan yang disampaikan Bupati.
Menkes juga menyoroti capaian signifikan dari 6 pilar transformasi kesehatan nasional, dengan penekanan khusus pada transformasi teknologi kesehatan sebagai lompatan pelayanan kesehatan yang beradaptasi dengan perkembangan teknologi dunia. Transformasi ini menjadi kunci untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih responsif dan efisien di era digital.
Prioritas KJSU: Respons terhadap Ancaman Kesehatan Terbesar
Sesuai arahan Kementerian Kesehatan RI, RSUD Biak menjalankan program prioritas layanan KJSU (Kanker, Jantung, Stroke, Urologi). Fokus utama yang dikembangkan RSUD Biak adalah penanganan stroke dan jantung, dua penyakit yang menjadi pembunuh terbesar di Indonesia.
Konseptor aplikasi sekaligus Ketua PERDOSNI Cabang Papua, dr. Gerard A. Juswanto, CH, Cht, M.Kes, Sp.N, FNR, FNE menjelaskan bahwa aplikasi ini lahir dari kebutuhan mendesak penanganan cepat kasus-kasus gawat darurat pembuluh darah.
"Di Indonesia, stroke adalah penyebab kematian nomor satu, diikuti penyakit jantung. Setiap detik sangat berharga untuk mencegah kematian dan kecacatan. Golden period penanganan adalah kurang dari 4 hingga 24 jam," ujar dr. Gerard.
Fasilitas Medis Lengkap dan Modern
RSUD Biak telah melengkapi fasilitasnya dengan unit IGD, HCU, ICU, ruang rawat inap dan rawat jalan, serta peralatan canggih seperti CT Scan, Lab Katerisasi, Ruang Udara Bertekanan Tinggi (Hyperbaric Chamber), dan peralatan Neurorestorasi.
"Khusus untuk wilayah Papua, RSUD Biak merupakan satu-satunya rumah sakit yang memiliki hyperbaric chamber permanen, bahkan untuk wilayah timur Indonesia yang mencakup Papua, Maluku, dan pulau-pulau sekitarnya," ucap Direktur RSUD Biak, dr. Richard Ricardo Mayor,M.Kes.

Kolaborasi Lintas Sektoral
Kepala Dinas Kesehatan Biak Numfor, Daud Nataniel Duwiri,SKM,M.Kes mengatakan keberhasilan program ini ditopang kolaborasi kuat antara RSUD Biak sebagai penyedia layanan hospital, Dinas Kesehatan melalui PSC untuk layanan pre-hospital, dan SAR untuk evakuasi dari pulau-pulau terpencil.
"Alat sudah siap, SDM sudah terlatih. Yang diperlukan adalah memastikan masyarakat bisa mengakses layanan ini dengan cepat dan tepat. Disinilah peran aplikasi NAM," ucap Kadis Kesehatan Biak.
Aplikasi ini dapat diunduh gratis melalui Google Play dan beroperasi 24 jam untuk seluruh Indonesia, menjadikan Biak Numfor siap melayani tidak hanya masyarakat lokal tetapi juga wisatawan dan penyelam mancanegara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....