Ikan Buntal, Spesies Laut Beracun Melebihi Sianida

  • 21 Agt 2024 09:31 WIB
  •  Biak

KBRN, Biak : Pernahkah anda melihat jenis ikan yang dapat mengembangkan tubuhnya seperti balon ? Jenis ikan tersebut adalah Ikan buntal alias fugu atau puffer fish. Jenis ikan ini menjadi hewan paling beracun kedua di dunia setelah katak beracun, bahkan melebihi sianida. Beberapa organ seperti hati dan kulitnya sangat beracun bila dikonsumsi.

Walau ikan buntal beracun mematikan, di negara Korea dan Jepang jenis ikan ini masih diolah menjadi makanan oleh masyarakat di sana. Tentu, dalam pengolahannya menjadi makanan, dengan koki bersertifikasi khusus yang mengetahui kadar dan bagian tubuh mana yang aman untuk dikonsumsi.

Melansir goodnewsfromindonesia.id, Ikan buntal sangat beragam di perairan tropis, namun tidak banyak di daerah subtropis dan perairan dingin. Ikan ini umumnya hidup di laut, tetapi ada juga di air tawar seperti danau dan sungai. Di Asia, ikan buntal menyebar di Jepang, India, Myanmar, Thailand, Singapura, dan Philipina. Sementara di Indonesia, ikan ini dapat ditemukan di seluruh perairan seperti Pulau Weh, Sumatera (Bagan Siapi-api, Sibolga, Deli), Pulau Bintang, dan Pulau Bangka. Ikan buntal juga hidup di Pulau Jawa (Jakarta, Karawang, Surabaya), Madura, Kalimantan (Pemangkat, Singkawang, Pontianak, Sungai Kapuas, Banjarmasin, Sungai Mahakam).

Ikan buntal termasuk dalam famili Tetraodontidae yang umumnya memiliki ciri - ciri dengan dua gigi besar pada rahang atas dan bawahnya yang cukup tajam. Ikan ini berbentuk seperti torpedo yang pada bagian luarnya terdapat sirip. Mata ikan buntal cukup besar bagi tubuhnya yang mampu bergerak secara bebas. Ikan ini memiliki perut yang mulus dan bagian sebaliknya memiliki duri.

Nah, ciri utama ikan buntal adalah tubuhnya yang bisa mengembang seperti balon, serta mengeluarkan duri tajam saat merasa terancam. Ikan ini dapat menggembung dan mengempis karena badannya yang lentur. Salah satu cara mereka agar bisa menggembungkan badan adalah dengan meminum air sebanyak-banyaknya lalu ditahan dalam tubuhnya sehingga ukurannya membesar sampai dua kali.

Bintik-bintik hitam pada kulit ikan buntal akan mengembang menjadi duri-duri tajam. Pada saat mengembang, ikan ini bisa melayang-layang seperti bola yang berduri. Proses “menjadi balon” ini bisa bertahan selama 2 jam.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....