Gen Z Gandrungi Retro Tech, Kamera Digital Jadul Jadi Keren Lagi
- 29 Sep 2026 18:39 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak - RRI.CO.ID, Biak - Teknologi biasanya identik dengan sesuatu yang serba baru. Namun, di tengah perkembangan smartphone dengan kamera beresolusi tinggi dan berbagai fitur berbasis kecerdasan buatan, sebagian anak muda justru kembali melirik perangkat teknologi lama.
Kamera digital point-and-shoot, pemutar musik lawas, hingga ponsel dengan desain klasik kembali mendapat perhatian. Fenomena ini kerap disebut sebagai retro tech, ketika perangkat teknologi dari masa lalu kembali digunakan atau dikoleksi karena nilai estetika, pengalaman penggunaan, maupun rasa nostalgia.
Salah satu perangkat yang ikut mengalami kebangkitan adalah kamera digital kompak atau digicam. Foto dengan kualitas yang tidak terlalu sempurna, flash yang kuat, serta tampilan khas kamera era 2000-an justru dianggap memberikan karakter berbeda dibandingkan hasil kamera smartphone modern.
- Foto Tak Harus Sempurna
Bagi pengguna smartphone saat ini, kamera bukan hanya alat untuk mengambil gambar. Berbagai fitur seperti HDR, pemrosesan komputasional, pengurangan noise, dan kecerdasan buatan membuat foto dapat terlihat semakin tajam dan bersih. Namun, karakter tersebut justru membuat sebagian pengguna mencari pengalaman fotografi yang berbeda. Kamera digital lama menghasilkan foto dengan warna, grain, motion blur, dan karakter flash yang dianggap memberikan kesan lebih spontan. Tren tersebut terlihat dalam meningkatnya perhatian terhadap kamera digital lama di kalangan pengguna muda. The Guardian pada 2024 melaporkan bahwa kamera digital era 2000-an kembali populer di kalangan Gen Z, termasuk melalui penggunaan kamera bekas dan unggahan hasil foto ke media sosial. Fotografer dan penulis The Guardian, Nadja Sayej, menggambarkan daya tarik kamera tersebut sebagai sesuatu yang berbeda dari hasil kamera smartphone modern. Dalam artikelnya, ia menulis bahwa kamera digital lama dapat menghasilkan foto yang memiliki “a distinct aesthetic.”
- Nostalgia dari Generasi yang Bahkan Tidak Mengalaminya
Menariknya, ketertarikan Gen Z terhadap teknologi lawas tidak selalu berasal dari pengalaman langsung. Sebagian anak muda justru mengenal estetika teknologi 2000-an melalui film, media sosial, foto keluarga, dan konten internet. Fenomena ini dapat dikaitkan dengan nostalgia, tetapi dalam konteks Gen Z, nostalgia tersebut tidak selalu berarti mengingat pengalaman pribadi. Sebuah penelitian tentang konsumsi budaya nostalgia di kalangan Gen Z menunjukkan bahwa generasi ini dapat memiliki ketertarikan terhadap era sebelum mereka lahir atau tumbuh besar melalui representasi budaya dan media. Karena itu, kamera digital lama bukan sekadar perangkat untuk mengambil foto. Bagi sebagian pengguna, perangkat tersebut juga menjadi bagian dari gaya visual dan cara menampilkan identitas di media sosial.
- Ada Sensasi Berbeda dari Gadget Jadul
Daya tarik retro tech juga terletak pada pengalaman menggunakan perangkat tersebut. Smartphone modern dirancang untuk melakukan banyak hal sekaligus: memotret, berkomunikasi, bermain gim, mengakses media sosial, hingga bekerja. Sebaliknya, perangkat lama biasanya memiliki fungsi yang lebih terbatas. Kamera digital hanya digunakan untuk memotret, sementara pemutar musik digunakan untuk mendengarkan lagu. Keterbatasan tersebut justru dapat membuat pengalaman menggunakan perangkat terasa lebih sederhana. Dalam laporan mengenai kebangkitan kamera digital, The Guardian juga menyoroti bahwa sebagian pengguna muda menyukai perangkat lama karena hasil fotonya terasa lebih spontan dan tidak terlalu diproses seperti foto dari smartphone.
- Dari Barang Lama Jadi Aksesori Gaya
Media sosial turut membantu mengubah perangkat teknologi lama menjadi bagian dari gaya hidup. Foto hasil digicam dapat dipadukan dengan outfit, perjalanan, konser, atau momen bersama teman. Perangkat yang sebelumnya dianggap ketinggalan zaman akhirnya mendapatkan fungsi baru sebagai aksesori dan bagian dari estetika personal. Hal serupa juga terlihat pada tren ponsel flip, kamera film, dan perangkat audio lawas yang kembali muncul dalam konten gaya hidup. Meski demikian, kebangkitan retro tech tidak berarti teknologi modern mulai ditinggalkan. Smartphone tetap menjadi perangkat utama bagi banyak orang karena praktis dan memiliki kemampuan yang jauh lebih lengkap. Retro tech justru menawarkan sesuatu yang berbeda: pengalaman yang lebih terbatas, tampilan yang khas, serta kesempatan untuk menggunakan kembali teknologi yang sebelumnya dianggap usang. Pada akhirnya, tren ini menunjukkan bahwa dalam dunia teknologi, “lebih baru” tidak selalu berarti “lebih menarik.” Bagi sebagian Gen Z, justru ketidaksempurnaan kamera digital dan keterbatasan gadget jadul menjadi bagian dari daya tariknya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....