Mengenal Social Climber, ketika Status Sosial Menjadi Perhatian Utama
- 22 Sep 2026 11:29 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak - Istilah social climber semakin sering digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk menggambarkan seseorang yang berusaha meningkatkan status atau posisi sosialnya. Secara umum, istilah ini merujuk pada orang yang berupaya masuk ke lingkungan sosial yang dianggap memiliki status, pengaruh, atau prestise lebih tinggi. Fenomena tersebut dapat ditemukan dalam berbagai lingkungan, mulai dari pertemanan, pekerjaan, komunitas, hingga kehidupan di media sosial.
Melansir Fimela, salah satu ciri yang sering dikaitkan dengan social climber adalah kecenderungan untuk membangun relasi dengan orang-orang yang dianggap dapat meningkatkan status sosialnya. Hal ini dapat terlihat dari upaya mengikuti lingkungan pergaulan tertentu, menghadiri acara bergengsi, atau menunjukkan kedekatan dengan orang yang memiliki posisi sosial maupun ekonomi lebih tinggi. Namun, perilaku tersebut tidak selalu berarti seseorang memiliki niat buruk karena setiap orang memiliki alasan berbeda dalam membangun jaringan sosial.
Media sosial turut membuat fenomena social climbing semakin terlihat. Kehidupan yang ditampilkan melalui Instagram, TikTok, dan platform lainnya memungkinkan seseorang memperlihatkan aktivitas, pertemanan, perjalanan, maupun gaya hidup kepada publik. Keinginan untuk mendapatkan pengakuan atau terlihat memiliki kehidupan tertentu dapat mendorong sebagian orang menampilkan citra sosial yang lebih tinggi daripada kondisi sebenarnya.
Meski demikian, penting untuk membedakan antara social climbing dengan keinginan yang sehat untuk berkembang. Membangun jaringan profesional, mencari lingkungan yang mendukung, meningkatkan kemampuan, dan berusaha memperbaiki kondisi ekonomi merupakan hal yang wajar. Perilaku baru menjadi persoalan ketika pencapaian atau hubungan sosial semata-mata dijadikan alat untuk mendapatkan pengakuan, merendahkan orang lain, atau mengorbankan nilai dan prinsip pribadi.
Pada akhirnya, fenomena social climber menunjukkan bahwa status sosial dan pengakuan masih menjadi bagian dari dinamika kehidupan masyarakat. Di tengah era media sosial, seseorang dapat dengan mudah membandingkan kehidupannya dengan orang lain. Karena itu, membangun hubungan yang tulus, menghargai diri sendiri, dan mengukur keberhasilan berdasarkan perkembangan pribadi dapat membantu seseorang menjalani kehidupan sosial secara lebih sehat dan seimbang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....