Mengenal Sejarah Hari Ozon Sedunia yang Diperingati Setiap 16 September
- 15 Sep 2026 21:23 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak - Hari Ozon Sedunia diperingati setiap 16 September sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya lapisan ozon bagi kehidupan di Bumi. Lapisan ozon berada di atmosfer dan berfungsi menyerap sebagian besar radiasi ultraviolet (UV) berbahaya dari Matahari. Tanpa perlindungan tersebut, paparan radiasi UV yang berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada manusia serta berdampak pada ekosistem.
Melansir National Today, Peringatan ini memiliki kaitan erat dengan upaya dunia mengatasi kerusakan lapisan ozon akibat penggunaan bahan kimia tertentu. Pada 1980-an, para ilmuwan menemukan adanya penipisan ozon yang signifikan, terutama di wilayah Antarktika. Salah satu penyebab utamanya adalah penggunaan bahan perusak ozon, seperti chlorofluorocarbons (CFC), yang sebelumnya banyak digunakan dalam lemari pendingin, pendingin udara, aerosol, dan berbagai produk industri.
Sejarah Hari Ozon Sedunia bermula pada 16 September 1987 ketika negara-negara di dunia mengadopsi Protokol Montreal tentang Zat-Zat yang Merusak Lapisan Ozon. Kesepakatan tersebut menjadi tonggak penting dalam kerja sama internasional untuk mengurangi dan menghapus penggunaan berbagai bahan perusak ozon. Kemudian, melalui keputusan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1994, tanggal 16 September ditetapkan secara resmi sebagai Hari Ozon Sedunia.
Setiap tahun, peringatan tersebut mengangkat tema yang berkaitan dengan perlindungan lapisan ozon dan lingkungan. Peringatan ini juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan perlindungan ozon membutuhkan kerja sama pemerintah, industri, ilmuwan, serta masyarakat. Berbagai inovasi teknologi yang lebih ramah lingkungan terus dikembangkan untuk menggantikan bahan-bahan yang dapat merusak lapisan ozon.
Hari Ozon Sedunia bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengajak masyarakat memahami hubungan antara aktivitas manusia dan kondisi atmosfer. Menggunakan peralatan pendingin yang dirawat dengan baik, memilih produk yang lebih ramah lingkungan, serta mendukung kebijakan perlindungan lingkungan merupakan beberapa langkah yang dapat dilakukan. Dengan menjaga lapisan ozon, masyarakat turut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....