Curhat ke AI Makin Populer, Tren Baru di Kalangan Gen Z
- 09 Sep 2026 18:29 WIB
- Biak
RRI.CO.ID,Biak - Kehadiran kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini tidak hanya dimanfaatkan untuk membantu pekerjaan dan mencari informasi. Teknologi ini juga mulai digunakan sebagai tempat berbagi cerita dan mencurahkan isi hati. Di kalangan Gen Z dan milenial, AI dianggap menarik karena dapat diajak berbicara kapan saja tanpa harus merasa khawatir akan dihakimi.
Kebiasaan curhat kepada AI muncul seiring semakin dekatnya teknologi dengan kehidupan sehari-hari. Pengguna dapat menceritakan berbagai persoalan, mulai dari masalah pertemanan, sekolah atau pekerjaan, hingga kebingungan dalam mengambil keputusan. Respons AI yang cepat dan komunikatif membuat sebagian orang merasa lebih nyaman untuk mengungkapkan apa yang sedang mereka pikirkan.
Mengutip Idntimes, Kecerdasan buatan bukan sembarang teknologi. Kini, AI menjadi bagian umum dari kehidupan sehari-hari masyarakat yang terus berkembang seiring waktu. Buat Gen Z dan Milenial, AI bukan sekadar alat bantu untuk mempermudah pekerjaan sehari-hari.
Kedua generasi itu tumbuh berdampingan dengan perkembangan internet dan teknologi. Meski begitu, Gen Z dan Milenial tetap punya kebutuhan untuk didengar tanpa takut dihakimi. Ketika lingkungan sekitarnya tak selalu mampu menyediakan ruang itu, maka mereka menjadikan AI sebagai tempat bercerita dan mencari validasi.
Itulah mengapa muncul fenomena curhat dengan chatbot AI di kalangan muda. Sejumlah riset yang dijelaskan dalam jurnal “The algorithm of friendship: literature review and integrative model of relationships between humans and artificial intelligence (AI) (2025)” ini menunjukkan adanya hubungan emosional yang tercipta antara manusia dengan AI.
Pada akhirnya, AI dapat menjadi salah satu sarana untuk membantu seseorang menuangkan pikiran dan melihat persoalan dari sudut pandang berbeda. Namun, ketika menghadapi masalah yang berat atau membutuhkan dukungan emosional, berbicara dengan orang yang dipercaya dan mendapatkan bantuan dari tenaga profesional tetap penting. Teknologi sebaiknya menjadi alat pendukung, bukan pengganti hubungan manusia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....