Gen Z dan Milenial Jadikan Agama Sumber Syukur dan Ketenangan

  • 02 Sep 2026 17:27 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak — Agama masih memiliki tempat penting dalam kehidupan Generasi Z dan Milenial. Berdasarkan Indonesia Millennial and Gen Z Report 2027 dari IDN Research Institute, sebanyak 68 persen responden dari kedua generasi tersebut memaknai agama sebagai wujud rasa syukur. Temuan ini menunjukkan bahwa di tengah perubahan gaya hidup dan perkembangan teknologi digital, agama tetap menjadi bagian dari cara anak muda memahami dan menjalani kehidupan.

Mengutip Goodstats, pemaknaan tersebut juga menunjukkan adanya kecenderungan generasi muda dalam mengekspresikan keberagamaan secara lebih personal dan reflektif. Agama tidak semata-mata dipandang sebagai seperangkat ritual atau keterikatan pada lembaga keagamaan, tetapi juga sebagai sarana untuk menemukan makna dan membangun rasa keterhubungan dalam kehidupan sehari-hari. Perubahan cara pandang ini sejalan dengan semakin luasnya akses generasi muda terhadap berbagai sumber informasi dan pengetahuan keagamaan melalui ruang digital.

Selain sebagai wujud rasa syukur, 64 persen Gen Z dan Milenial dalam survei tersebut memandang agama sebagai sumber bimbingan moral. Sementara itu, 50 persen lainnya menilai agama berfungsi sebagai sumber ketenangan batin. Data ini memperlihatkan bahwa fungsi agama bagi generasi muda tidak hanya berkaitan dengan aspek ritual, tetapi juga dengan kebutuhan untuk memperoleh pedoman dalam mengambil keputusan serta menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

Menariknya, perkembangan teknologi turut mengubah cara generasi muda mempelajari agama. Survei mencatat sekitar 49 persen Gen Z menggunakan platform digital untuk belajar tentang agama. Media sosial, video, podcast, dan berbagai platform digital lainnya menjadi ruang baru bagi anak muda untuk mencari informasi, berdiskusi, sekaligus mengeksplorasi pemahaman spiritual. Kondisi ini menunjukkan bahwa pendekatan keagamaan yang relevan dengan karakter generasi digital menjadi semakin penting.

Survei tersebut dilakukan terhadap 628 responden, terdiri atas 279 Milenial dan 349 Gen Z, dengan mayoritas responden perempuan sebesar 52 persen dan sekitar 36 persen berasal dari kawasan Jabodetabek. Temuan ini memberikan gambaran bahwa meski cara Gen Z dan Milenial mengekspresikan keberagamaan mengalami perubahan, agama tetap memiliki peran kuat dalam kehidupan mereka. Bagi mayoritas responden, agama bukan hanya tentang kewajiban, tetapi juga menjadi ruang untuk mensyukuri kehidupan, memperoleh arah moral, dan menemukan ketenangan di tengah dinamika zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....