Lulusan SMK Catat Tingkat Pengangguran Tertinggi pada 2026

  • 27 Agt 2026 19:13 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak - Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih menghadapi tantangan besar dalam memasuki dunia kerja. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada Mei 2026, tingkat pengangguran terbuka (TPT) nasional pada Februari 2026 mencapai 4,68 persen. Dari seluruh jenjang pendidikan, lulusan SMK mencatat TPT tertinggi, yakni 7,74 persen.

Melalui Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), Posisi lulusan SMK berada di atas lulusan SMA yang memiliki TPT sebesar 6,23 persen dan lulusan Diploma IV hingga S3 sebesar 6,13 persen. Sementara itu, TPT terendah tercatat pada kelompok pendidikan SD ke bawah, yaitu 2,32 persen. Secara nasional, BPS mencatat jumlah pengangguran pada Februari 2026 mencapai sekitar 7,24 juta orang, meskipun angka tersebut turun sekitar 35 ribu orang dibandingkan Februari 2025.

Tingginya angka pengangguran lulusan SMK menjadi perhatian karena pendidikan vokasi pada dasarnya diarahkan untuk membekali peserta didik dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan dunia kerja. Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya tantangan dalam mempertemukan kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri yang terus berkembang, termasuk perubahan teknologi dan tuntutan keterampilan baru. Karena itu, penguatan hubungan antara sekolah dan dunia usaha menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kesiapan kerja lulusan.

Di sisi lain, data tersebut tidak berarti seluruh lulusan SMK sulit mendapatkan pekerjaan. Justru, angka tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah, sekolah, dan industri untuk memperkuat pendidikan vokasi. Peningkatan kualitas praktik kerja, sertifikasi kompetensi, pembaruan kurikulum, serta perluasan kerja sama dengan industri diharapkan dapat membuat lulusan SMK semakin sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dan mampu mengurangi kesenjangan antara pendidikan dan dunia kerja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....