Ahli Sebut Perubahan Iklim Perparah Kebakaran Hutan

  • 26 Agt 2026 14:25 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak- Kebakaran hutan menjadi salah satu bencana lingkungan yang semakin sulit ditangani di berbagai wilayah. Kondisi cuaca yang panas dan kering membuat api lebih cepat menyebar serta memperluas area yang terbakar. Situasi tersebut menjadi tantangan besar bagi petugas pemadam dan masyarakat di sekitar kawasan hutan.

Di lansir dari CNN INDONESIA, menurut para ahli, salah satu faktor utama yang menyebabkan kebakaran sulit dipadamkan adalah rendahnya kelembapan tanah dan vegetasi. Tanaman yang kering mudah terbakar dan dapat menjadi bahan bakar yang membuat api terus menjalar. Angin kencang juga dapat membawa bara api ke wilayah lain sehingga kebakaran berkembang dengan cepat.

Selain faktor cuaca, perubahan iklim turut memperbesar risiko terjadinya kebakaran hutan. Suhu udara yang semakin tinggi dan musim kering yang berlangsung lebih lama menyebabkan kondisi hutan menjadi lebih rentan terbakar. Dalam kondisi tersebut, upaya pemadaman membutuhkan waktu dan sumber daya yang lebih besar.

Para ahli juga menilai aktivitas manusia menjadi salah satu penyebab yang perlu mendapat perhatian. Pembukaan lahan dengan cara membakar, kelalaian saat berada di kawasan hutan, serta pembuangan bahan yang mudah terbakar dapat memicu munculnya api. Karena itu, pencegahan melalui pengawasan dan edukasi masyarakat dinilai sama pentingnya dengan upaya pemadaman.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, diperlukan kerja sama antara pemerintah, petugas pemadam, masyarakat, dan berbagai pihak terkait. Pemantauan titik panas, peningkatan kesiapsiagaan saat musim kemarau, serta penegakan aturan terhadap pembakaran lahan perlu dilakukan secara konsisten. Dengan langkah pencegahan yang lebih kuat, risiko kebakaran hutan dapat ditekan dan dampaknya terhadap lingkungan serta masyarakat bisa diminimalkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....