Tak Sekadar Smartwatch: AI Google Kini Bisa Deteksi Lemak Tubuh
- 21 Agt 2026 19:23 WIB
- Biak
RRI.CO.ID. Biak - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) terus merambah bidang kesehatan. Google kini mengembangkan teknologi yang diklaim mampu memperkirakan komposisi tubuh, termasuk kadar lemak tubuh, dengan tingkat akurasi yang berpotensi melampaui perangkat wearable seperti smartwatch. Teknologi ini menjadi bagian dari upaya memanfaatkan AI untuk membantu masyarakat memahami kondisi tubuh secara lebih praktis.
Mengutip ulasan.com. Berbeda dengan smartwatch yang umumnya menggunakan sensor untuk memperkirakan sejumlah parameter kesehatan, teknologi berbasis AI dapat memanfaatkan data dan pola tertentu untuk menghasilkan estimasi komposisi tubuh. Pendekatan tersebut memungkinkan analisis yang lebih mendalam dibandingkan sekadar mengandalkan satu jenis sensor yang tersedia pada perangkat wearable.
Kemampuan mendeteksi lemak tubuh menjadi penting karena persentase lemak merupakan salah satu indikator komposisi tubuh. Informasi tersebut dapat membantu seseorang memantau perubahan kondisi tubuh dari waktu ke waktu, terutama ketika sedang menjalani program kebugaran atau perubahan pola hidup. Meski demikian, hasil dari teknologi berbasis AI tetap perlu dipahami sebagai estimasi dan bukan pengganti pemeriksaan medis profesional.
Jika dikembangkan lebih lanjut, teknologi ini berpotensi membuat pemantauan kesehatan menjadi lebih mudah dan personal. Pengguna tidak harus selalu mengandalkan perangkat khusus untuk mendapatkan gambaran mengenai komposisi tubuhnya. Integrasi AI dengan layanan kesehatan digital juga dapat membuka peluang bagi pemantauan kondisi tubuh secara berkala.
Meski menawarkan potensi besar, akurasi teknologi tetap perlu diuji melalui penelitian dan penggunaan pada populasi yang beragam. Faktor seperti kualitas data, kondisi individu, serta metode pengukuran dapat memengaruhi hasil yang diberikan AI. Karena itu, teknologi Google ini menarik untuk diikuti sebagai perkembangan baru dalam kesehatan digital, tetapi pengguna tetap perlu menggunakannya secara bijak dan tidak menjadikan hasil estimasi sebagai satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan kesehatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....