Bom Ikan di Laut RI Meledak Setiap 62 Menit Sekali
- 20 Agt 2026 04:34 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak- Praktik penangkapan ikan menggunakan bom masih menjadi ancaman serius bagi kelestarian ekosistem laut Indonesia. Aktivitas tersebut tidak hanya membahayakan kehidupan biota laut, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada terumbu karang yang menjadi habitat berbagai jenis ikan.
Dalam laporan Kumparan, persoalan tersebut digambarkan melalui angka yang cukup mengkhawatirkan. Ledakan bom ikan di perairan Indonesia disebut terjadi rata-rata setiap 62 menit sekali.
| Baca juga: Ikan Mas Rekor Dunia Nyetir Mobil Terjauh |
Penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan memberikan dampak yang jauh lebih besar dibandingkan sekadar menangkap ikan dalam jumlah banyak. Ledakan dapat menghancurkan struktur terumbu karang dan membunuh berbagai organisme laut yang berada di sekitarnya.
Terumbu karang memiliki peran penting bagi ekosistem laut. Selain menjadi tempat berlindung dan mencari makan bagi berbagai spesies, terumbu karang juga menjadi kawasan penting bagi perkembangbiakan ikan.
Ketika terumbu karang rusak, dampaknya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Populasi ikan berpotensi menurun karena kehilangan habitat, sementara nelayan yang menggantungkan hidup dari hasil laut juga dapat terkena dampaknya.
Masalah bom ikan juga masih menjadi perhatian di sejumlah daerah. Kasus dugaan penggunaan bahan peledak dalam aktivitas penangkapan ikan masih ditemukan, termasuk di wilayah Kepulauan Riau. Salah satu laporan terbaru menyebut adanya dugaan penggunaan bahan peledak atau bom ikan di Kecamatan Suak Midai, Kabupaten Natuna.
Karena itu, pemberantasan praktik bom ikan tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga upaya menjaga keberlanjutan sumber daya laut. Pengawasan terhadap aktivitas penangkapan ikan serta perlindungan kawasan terumbu karang menjadi langkah penting untuk memastikan ekosistem laut tetap terjaga.
Kerusakan terumbu karang akibat bom ikan membutuhkan waktu panjang untuk pulih. Jika praktik tersebut terus berlangsung, kerugian ekologis dan ekonomi bagi masyarakat pesisir dapat semakin besar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....