Aquarius Menjadi Zodiak dengan Populasi Paling Sedikit di Indonesia

  • 06 Agt 2026 21:27 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak : Data menarik mengenai komposisi penduduk Indonesia kembali menjadi perhatian publik setelah pemaparan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) mengelompokkan jumlah penduduk berdasarkan rentang tanggal lahir yang dikaitkan dengan zodiak. Dari hasil pengelompokan tersebut, Aquarius tercatat sebagai zodiak dengan populasi paling sedikit dibandingkan sebelas zodiak lainnya. Informasi itu ramai diperbincangkan di media sosial karena dinilai sebagai cara unik dalam menyajikan statistik kependudukan.

Mengutip laman Reddit, Aquarius merupakan zodiak bagi mereka yang lahir pada rentang 20 Januari hingga 18 Februari. Jumlah pemilik zodiak ini lebih rendah dibandingkan kelompok zodiak lain, sementara Cancer dan beberapa zodiak lain berada di kelompok dengan populasi lebih besar. Meski demikian, data tersebut hanya menggambarkan distribusi tanggal kelahiran penduduk dan tidak memiliki kaitan ilmiah dengan karakter, kepribadian, maupun kemampuan seseorang.

Pengamat demografi menilai perbedaan jumlah penduduk berdasarkan rentang kelahiran dapat dipengaruhi oleh pola musim kelahiran, kebiasaan masyarakat, hingga faktor sosial yang berubah dari waktu ke waktu. Distribusi tersebut merupakan hasil akumulasi data kelahiran selama puluhan tahun, sehingga wajar apabila terdapat bulan-bulan dengan jumlah kelahiran lebih sedikit dibandingkan bulan lainnya.

Di sisi lain, Dukcapil terus memperbarui data kependudukan sebagai dasar penyusunan berbagai kebijakan publik. Berdasarkan pembaruan data terbaru, jumlah penduduk Indonesia telah melampaui 290 juta jiwa, meski tren angka kelahiran nasional menunjukkan kecenderungan menurun dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut turut memengaruhi komposisi penduduk berdasarkan usia maupun waktu kelahiran.

Meski menjadi zodiak dengan populasi paling sedikit di Indonesia, status tersebut tidak memiliki makna ilmiah di luar kepentingan statistik. Para ahli mengingatkan bahwa zodiak merupakan bagian dari astrologi dan bukan dasar ilmiah untuk menilai sifat atau potensi seseorang. Karena itu, data distribusi zodiak lebih tepat dipandang sebagai informasi demografis yang menarik, sekaligus menunjukkan keberagaman pola kelahiran masyarakat Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....