Terlalu Sering Scroll dan Bergantung pada AI, Apa Dampaknya bagi Otak?
- 31 Jul 2026 14:25 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak – Kemajuan teknologi telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi. Media sosial dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) memudahkan berbagai aktivitas, mulai dari mencari referensi hingga menyelesaikan pekerjaan. Namun, di balik kemudahan tersebut muncul kekhawatiran bahwa kebiasaan terlalu sering scrolling dan terlalu bergantung pada AI dapat mengurangi kemampuan berpikir kritis.
Dikutip dari artikel Kumparan, istilah "brain rot" atau "otak membusuk" belakangan semakin sering digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika seseorang terlalu banyak mengonsumsi konten singkat di internet hingga kesulitan berkonsentrasi dan berpikir secara mendalam. Meski bukan istilah medis, fenomena ini menjadi perhatian karena berkaitan dengan kebiasaan digital sehari-hari.
Media sosial dirancang agar pengguna terus menggulir berbagai konten dalam waktu yang lama. Kebiasaan ini membuat otak terbiasa menerima informasi secara cepat dan singkat, sehingga rentang perhatian atau attention span dapat berkurang. Akibatnya, sebagian orang mulai merasa kesulitan membaca artikel panjang, menyelesaikan pekerjaan yang membutuhkan fokus, atau berkonsentrasi dalam waktu lama.
Kehadiran AI memberikan banyak manfaat, seperti membantu mencari informasi, menyusun ide, menerjemahkan bahasa, hingga meningkatkan produktivitas. Namun, jika digunakan tanpa diimbangi proses berpikir mandiri, seseorang berisiko menjadi terlalu bergantung pada teknologi. AI sebaiknya dimanfaatkan sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir, menganalisis, maupun mengambil keputusan.
Kemampuan berpikir kritis tetap menjadi keterampilan yang sangat dibutuhkan di era digital. Tidak semua informasi yang beredar di internet dapat dipercaya begitu saja, sehingga masyarakat perlu membiasakan diri memverifikasi sumber, membandingkan informasi, dan menarik kesimpulan berdasarkan fakta. Melatih berpikir kritis juga membantu seseorang lebih bijak dalam menggunakan teknologi, termasuk AI.
Untuk menjaga kesehatan otak, kebiasaan doomscrolling atau menggulir media sosial tanpa tujuan sebaiknya mulai dikurangi. Mengisi waktu dengan membaca buku, berolahraga, berdiskusi, atau mempelajari keterampilan baru dapat memberikan stimulasi yang lebih baik bagi fungsi otak. Membatasi waktu penggunaan gawai juga dapat membantu meningkatkan fokus dan mengurangi distraksi selama beraktivitas.
AI dan media sosial bukanlah sesuatu yang harus dihindari. Keduanya dapat memberikan manfaat besar apabila digunakan secara bijak dan proporsional. Kuncinya adalah tetap melatih kemampuan berpikir, tidak mudah menerima informasi tanpa mengecek kebenarannya, serta memberi waktu bagi otak untuk beristirahat dari paparan konten digital.
Di era perkembangan teknologi yang semakin pesat, kemampuan berpikir kritis, fokus, dan literasi digital menjadi bekal penting. Memanfaatkan AI sebagai pendukung produktivitas, bukan sebagai pengganti proses berpikir, dapat membantu menjaga kemampuan kognitif sekaligus memaksimalkan manfaat teknologi dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....