Roald Amundsen, Penjelajah yang Menaklukkan Kutub Selatan

  • 28 Jul 2026 10:04 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak - Sejarah penjelajahan dunia mencatat nama Roald Amundsen sebagai salah satu penjelajah paling tangguh yang pernah mengarungi wilayah ekstrem di bumi. Dengan keberanian, perencanaan matang, dan kemampuan bertahan di lingkungan yang keras, Amundsen menjadi manusia pertama yang berhasil mencapai Kutub Selatan pada tahun 1911.

Menurut Britannica.com , Roald Engelbregt Gravning Amundsen lahir pada 16 Juli 1872 di Borge, dekat Sarpsborg, Norwegia. Sejak muda, ia tertarik pada dunia penjelajahan. Ia terinspirasi oleh kisah para pelaut dan penjelajah kutub yang berusaha menaklukkan wilayah-wilayah paling sulit dijangkau di dunia.

Salah satu pencapaian awal Amundsen terjadi ketika ia ikut dalam Ekspedisi Belgica pada tahun 1897–1899. Ekspedisi tersebut menjadi perjalanan penting karena Amundsen mendapatkan pengalaman menghadapi kondisi ekstrem di kawasan Antarktika.

Beberapa tahun kemudian, Amundsen memimpin ekspedisi untuk mencari Northwest Passage, jalur laut yang menghubungkan Samudra Atlantik dan Pasifik melalui wilayah Arktik Kanada. Dalam perjalanan yang berlangsung pada 1903–1906, ia berhasil melewati Northwest Passage menggunakan kapal Gjøa.

Keberhasilan tersebut semakin memperkuat reputasinya sebagai penjelajah kutub. Namun, ambisi terbesar Amundsen adalah mencapai Kutub Utara. Ia awalnya merencanakan ekspedisi ke kawasan tersebut, tetapi ketika mengetahui bahwa Robert Peary telah mengklaim mencapai Kutub Utara pada 1909, Amundsen mengubah rencana dan mengarahkan ekspedisinya menuju Kutub Selatan.

Keputusan tersebut dilakukan secara rahasia. Amundsen menggunakan kapal Fram dan berangkat menuju Antarktika. Ia mendirikan pangkalan di Teluk Paus dan mulai mempersiapkan perjalanan menuju titik paling selatan bumi.

Dalam ekspedisinya, Amundsen menerapkan strategi yang berbeda dari beberapa penjelajah sebelumnya. Ia memanfaatkan pengalaman masyarakat Inuit dalam bertahan hidup di lingkungan Arktik, termasuk penggunaan kereta luncur yang ditarik anjing serta pakaian yang sesuai dengan kondisi ekstrem.

Pada 14 Desember 1911, Roald Amundsen dan empat anggota timnya berhasil mencapai Kutub Selatan. Mereka menjadi manusia pertama yang tercatat mencapai titik tersebut. Keberhasilan ini merupakan pencapaian luar biasa dalam sejarah eksplorasi dunia.

Amundsen berhasil mencapai Kutub Selatan sekitar satu bulan lebih awal dibandingkan ekspedisi Inggris yang dipimpin Robert Falcon Scott. Setelah mencapai Kutub Selatan, tim Amundsen berhasil kembali ke pangkalan dengan selamat. Sementara itu, ekspedisi Scott mengalami tragedi dan seluruh anggota utama timnya meninggal dalam perjalanan pulang.

Setelah keberhasilannya di Kutub Selatan, Amundsen tetap aktif dalam berbagai ekspedisi. Ia kemudian menggunakan pesawat dan kapal udara untuk menjelajahi wilayah Arktik. Pada tahun 1926, Amundsen bersama timnya berhasil terbang melintasi Kutub Utara menggunakan kapal udara Norge.

Kehidupan Amundsen berakhir secara tragis. Pada 1928, ia menghilang ketika melakukan penerbangan dalam sebuah misi penyelamatan di kawasan Arktik. Pesawat yang ditumpanginya diduga jatuh di Laut Barents dan jasadnya tidak pernah ditemukan.

Warisan Roald Amundsen tetap hidup dalam sejarah penjelajahan dunia. Ia dikenal bukan hanya karena keberaniannya, tetapi juga karena kemampuan merencanakan ekspedisi dengan cermat dan belajar dari pengetahuan masyarakat yang telah lama hidup di lingkungan ekstrem.

Kisah Amundsen menunjukkan bahwa keberhasilan dalam menjelajah wilayah yang sulit tidak hanya membutuhkan keberanian, tetapi juga persiapan, strategi, pengetahuan, dan kemampuan beradaptasi. Pencapaiannya di Kutub Selatan menjadikan namanya sebagai salah satu legenda terbesar dalam sejarah eksplorasi dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....