John Cabot, Penjelajah Italia yang Berlayar untuk Inggris
- 28 Jul 2026 10:03 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak - Jauh sebelum Inggris berkembang menjadi salah satu kekuatan maritim terbesar di dunia, seorang pelaut asal Italia menjadi bagian penting dari sejarah penjelajahan Inggris. Ia adalah John Cabot, atau yang dalam bahasa Italia dikenal sebagai Giovanni Caboto, seorang navigator yang melakukan pelayaran melintasi Samudra Atlantik di bawah bendera Inggris pada akhir abad ke-15.
Menurut Britannica.com , John Cabot diperkirakan lahir sekitar 1450 di Genoa, Italia. Tidak banyak catatan mengenai kehidupan awalnya, tetapi ia diketahui memiliki pengalaman dalam dunia perdagangan dan pelayaran. Dalam perjalanan hidupnya, Cabot kemudian berpindah ke Inggris dan menetap di Bristol, salah satu kota pelabuhan penting di negara tersebut.
Pada masa itu, bangsa-bangsa Eropa sedang berlomba menemukan jalur perdagangan baru menuju Asia. Keberhasilan Christopher Columbus mencapai wilayah di seberang Samudra Atlantik pada 1492 semakin mendorong kerajaan-kerajaan Eropa untuk melakukan ekspedisi. Inggris pun mulai mencari jalur alternatif menuju Asia melalui arah barat.
Cabot kemudian memperoleh dukungan dari Raja Henry VII dari Inggris untuk melakukan ekspedisi. Pada 1497, ia berlayar menggunakan kapal bernama Matthew dari Bristol menuju arah barat melintasi Samudra Atlantik.
Dalam pelayaran tersebut, Cabot mencapai daratan di pesisir Amerika Utara. Lokasi tepat pendaratan pertamanya masih menjadi perdebatan sejarah, tetapi wilayah yang sering dikaitkan dengan pelayarannya adalah kawasan Newfoundland atau wilayah pesisir Atlantik Kanada saat ini.
Cabot kemudian mengklaim wilayah tersebut atas nama Raja Henry VII. Ia meyakini bahwa dirinya telah mencapai wilayah Asia atau pulau-pulau di dekat Asia. Namun, seperti halnya banyak penjelajah pada masa itu, pemahaman geografis mengenai dunia masih sangat terbatas.
Pelayaran John Cabot memiliki arti penting bagi sejarah Inggris. Meskipun ekspedisinya tidak menghasilkan jalur perdagangan langsung menuju Asia seperti yang diharapkan, pelayarannya menjadi salah satu dasar klaim Inggris atas wilayah di Amerika Utara. Beberapa dekade kemudian, penjelajahan dan kolonisasi Inggris di kawasan tersebut berkembang semakin luas.
Setelah kembali ke Inggris, Cabot dipercaya untuk melakukan ekspedisi lanjutan. Pada 1498, ia kembali berlayar menuju arah barat dengan armada yang lebih besar. Namun, nasib ekspedisi terakhirnya tidak diketahui secara pasti. Cabot dan sebagian besar awak kapalnya diduga hilang dalam perjalanan dan tidak pernah kembali ke Inggris.
Kisah John Cabot menjadi bagian dari Era Penjelajahan (Age of Discovery), ketika pelaut Eropa mengarungi samudra untuk mencari jalur perdagangan baru dan wilayah yang belum mereka kenal. Perjalanannya juga menunjukkan bagaimana persaingan antarnegara Eropa mulai berkembang dalam memperebutkan pengaruh di dunia luar Eropa.
Meskipun informasi mengenai kehidupan dan pelayaran John Cabot masih memiliki sejumlah ketidakpastian, namanya tetap dikenang dalam sejarah maritim. Pelayarannya pada 1497 menjadi salah satu tonggak awal keterlibatan Inggris dalam eksplorasi Atlantik dan membuka jalan bagi perkembangan hubungan Inggris dengan Amerika Utara.
John Cabot meninggalkan warisan yang unik dalam sejarah. Ia adalah seorang pelaut Italia yang mengabdi kepada Inggris dan melakukan perjalanan yang kemudian menjadi bagian penting dari sejarah ekspansi Inggris. Dari sebuah pelayaran melintasi samudra, namanya turut tercatat dalam kisah panjang penjelajahan dunia yang perlahan mengubah peta politik, ekonomi, dan geografis dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....