Abel Tasman, Penjelajah Belanda yang Mengarungi Dunia Selatan

  • 26 Jul 2026 18:49 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak - Nama Abel Tasman tercatat dalam sejarah sebagai salah satu penjelajah Belanda yang melakukan perjalanan penting ke wilayah selatan Samudra Pasifik. Pada abad ke-17, ketika bangsa-bangsa Eropa berlomba menjelajahi wilayah baru dan mencari jalur perdagangan, Tasman menjadi bagian dari ekspedisi yang memperluas pengetahuan geografis Eropa tentang kawasan Australia, Tasmania, Selandia Baru, dan kepulauan Pasifik.

Menurut Britannica.com, Abel Janszoon Tasman lahir pada sekitar 1603 di Groningen, Belanda. Ia kemudian bergabung dengan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) dan berkarier sebagai pelaut. Kemampuan navigasi dan pengalamannya membuat Tasman dipercaya untuk memimpin berbagai ekspedisi ke wilayah yang belum banyak dikenal oleh bangsa Eropa.

Salah satu ekspedisi terpentingnya berlangsung pada 1642. Atas perintah Anthony van Diemen, Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Tasman berlayar dari Batavia, yang kini dikenal sebagai Jakarta. Tujuan ekspedisi tersebut adalah menjelajahi wilayah selatan dan mencari daratan baru sekaligus memperluas pengetahuan geografis VOC.

Dalam pelayaran tersebut, Tasman mencapai sebuah daratan yang kemudian dikenal sebagai Tasmania. Ia menamainya Van Diemen's Land, untuk menghormati Anthony van Diemen. Nama Tasmania baru digunakan kemudian untuk mengenang Abel Tasman.

Perjalanan Tasman berlanjut ke arah timur. Pada Desember 1642, armadanya mencapai wilayah yang sekarang dikenal sebagai Selandia Baru. Tasman menjadi salah satu penjelajah Eropa pertama yang tercatat mencapai wilayah tersebut. Namun, pertemuan awal dengan masyarakat Māori berujung pada bentrokan yang menyebabkan beberapa awak kapal Tasman tewas. Setelah kejadian tersebut, Tasman meninggalkan kawasan itu dan melanjutkan pelayaran.

Ekspedisi Tasman kemudian membawanya menuju Kepulauan Tonga dan Kepulauan Fiji. Ia juga menjelajahi sejumlah wilayah di sekitar Australia bagian utara. Pelayaran tersebut memberikan tambahan informasi geografis bagi Belanda mengenai kawasan Pasifik Selatan.

Meski ekspedisinya menghasilkan banyak penemuan geografis, Tasman tidak secara langsung membuka koloni Belanda yang besar di wilayah-wilayah tersebut. VOC lebih memusatkan perhatiannya pada perdagangan dan penguasaan wilayah strategis di Asia, terutama kawasan yang menghasilkan komoditas bernilai tinggi seperti rempah-rempah.

Dalam konteks sejarah Nusantara, Abel Tasman memiliki hubungan yang cukup erat dengan Batavia. Sebelum melakukan ekspedisi ke kawasan Pasifik Selatan, ia telah berkarier di lingkungan VOC dan menjalankan pelayaran dari pusat pemerintahan Belanda di Hindia Timur. Hal ini menunjukkan bagaimana Batavia menjadi salah satu pusat penting dalam jaringan pelayaran dan perdagangan Belanda pada abad ke-17.

Setelah menyelesaikan ekspedisi besarnya, Tasman tetap menjalankan tugas untuk VOC dan kemudian terlibat dalam berbagai kegiatan perdagangan serta pelayaran. Ia meninggal di Batavia pada 1659.

Warisan Abel Tasman masih dapat ditemukan dalam berbagai nama geografis hingga saat ini. Tasmania, Laut Tasman, dan sejumlah tempat lainnya menggunakan namanya sebagai penghormatan terhadap penjelajah tersebut. Catatan perjalanan Tasman juga menjadi bagian penting dalam sejarah pemetaan kawasan Pasifik Selatan.

Kisah Abel Tasman memperlihatkan bagaimana ekspedisi maritim pada abad ke-17 tidak hanya bertujuan menemukan wilayah baru, tetapi juga berkaitan erat dengan kepentingan perdagangan dan persaingan kekuatan Eropa. Dari Batavia, pelayarannya membawa nama VOC hingga ke wilayah-wilayah jauh di selatan Samudra Pasifik dan meninggalkan jejak yang masih dikenang dalam sejarah dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....