Cornelis de Houtman: Penjelajah Belanda Pertama yang Tiba di Nusantara
- 28 Jun 2026 17:46 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak - Sejarah kedatangan bangsa Belanda ke Indonesia bermula dari pelayaran seorang penjelajah bernama Cornelis de Houtman. Ia tercatat sebagai pemimpin ekspedisi Belanda pertama yang berhasil mencapai Nusantara pada tahun 1596, membuka jalan bagi kedatangan bangsa Belanda yang kemudian berlangsung selama lebih dari tiga abad.
Menurut Britannica.com , Cornelis de Houtman lahir di Gouda, Belanda, sekitar tahun 1565. Pada akhir abad ke-16, Belanda berupaya mencari jalur dagang sendiri menuju Asia untuk memperoleh rempah-rempah. Saat itu, perdagangan rempah masih didominasi oleh Portugis yang lebih dahulu menguasai jalur pelayaran ke Timur.
Pada tahun 1595, Cornelis de Houtman memimpin armada yang terdiri atas empat kapal berlayar dari Belanda menuju Hindia Timur. Setelah menempuh perjalanan panjang selama lebih dari satu tahun melewati Tanjung Harapan di Afrika Selatan dan Samudra Hindia, armadanya akhirnya tiba di Pelabuhan Banten pada Juni 1596.
Saat itu, Banten merupakan salah satu pusat perdagangan lada terbesar di Asia Tenggara. Awalnya, kedatangan rombongan Belanda disambut dengan baik oleh para pedagang setempat. Namun, hubungan tersebut segera memburuk akibat sikap awak kapal Belanda yang dinilai arogan dan sering memicu perselisihan dengan penduduk maupun pedagang asing.
Akibat konflik tersebut, Cornelis de Houtman dan rombongannya tidak berhasil memperoleh keuntungan besar dari perdagangan rempah. Bahkan, ekspedisi itu mengalami banyak kerugian, baik dari segi ekonomi maupun jumlah awak kapal yang meninggal selama perjalanan.
Meski dianggap gagal secara komersial, pelayaran Cornelis de Houtman memiliki arti penting bagi Belanda. Ekspedisi tersebut membuktikan bahwa jalur laut menuju Nusantara dapat ditempuh tanpa bergantung pada Portugis. Keberhasilan menemukan rute itu kemudian mendorong banyak ekspedisi Belanda berikutnya datang ke kepulauan Indonesia.
Beberapa tahun setelah pelayaran pertama, Belanda semakin aktif membangun hubungan dagang di Nusantara. Pada tahun 1602, dibentuk Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), perusahaan dagang yang kemudian berkembang menjadi kekuatan politik dan militer hingga menguasai sebagian besar wilayah Indonesia.
Cornelis de Houtman sendiri kembali berlayar ke Asia pada tahun 1598. Namun, dalam ekspedisi keduanya ke Kesultanan Aceh pada tahun 1599, ia tewas dalam sebuah pertempuran.
Kini, nama Cornelis de Houtman dikenang sebagai tokoh yang membuka awal hubungan antara Belanda dan Nusantara. Meski ekspedisinya tidak membawa keuntungan besar, pelayarannya menjadi titik awal babak baru dalam sejarah Indonesia yang kemudian diwarnai oleh kolonialisme Belanda selama berabad-abad.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....