Anak Indonesia Sedang Tumbuh dalam Budaya Scroll

  • 27 Jun 2026 18:36 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID Biak – Pemandangan anak-anak yang menghabiskan waktu dengan menggulir layar ponsel atau tablet kini semakin umum ditemui. Mulai dari menonton video pendek, bermain gim, hingga menjelajahi media sosial, aktivitas scroll tanpa henti telah menjadi bagian dari keseharian banyak anak di Indonesia. Kondisi ini memunculkan pertanyaan: apakah orang tua perlu khawatir?

Para ahli menilai penggunaan gawai bukanlah masalah utama,seperti di lansir dari kumparan.com, yang lebih penting adalah bagaimana teknologi digunakan, berapa lama anak mengaksesnya, serta apakah aktivitas digital tersebut mengganggu tumbuh kembang mereka.

Risiko Jika Tidak Dikendalikan

Paparan layar dalam durasi yang terlalu lama dapat berdampak pada berbagai aspek perkembangan anak. Mulai dari berkurangnya aktivitas fisik, terganggunya waktu tidur, hingga menurunnya kemampuan berkonsentrasi karena terbiasa dengan konten yang berubah sangat cepat.

Selain itu, anak yang terlalu sering mengonsumsi video berdurasi singkat berpotensi lebih sulit mempertahankan fokus saat belajar atau membaca materi yang membutuhkan perhatian lebih lama.

Di sisi lain, penggunaan media sosial tanpa pendampingan juga meningkatkan risiko anak terpapar konten yang tidak sesuai usia, informasi palsu, maupun interaksi dengan orang asing di dunia maya.

Tidak Semua Dampaknya Negatif

Meski demikian, teknologi juga menawarkan banyak manfaat apabila digunakan secara bijak. Berbagai aplikasi edukasi, video pembelajaran, hingga platform membaca digital dapat membantu anak memperoleh pengetahuan baru dan mengembangkan kreativitas.

Gawai juga dapat menjadi sarana komunikasi, eksplorasi minat, bahkan meningkatkan kemampuan literasi digital yang kini menjadi salah satu keterampilan penting di era modern.

Kuncinya adalah memastikan waktu penggunaan layar tetap seimbang dengan aktivitas lain, seperti belajar, bermain di luar rumah, berolahraga, membaca buku, dan berinteraksi langsung dengan keluarga maupun teman.

Peran Orang Tua Sangat Penting

Psikolog anak menekankan bahwa pendampingan orang tua menjadi faktor utama dalam membentuk kebiasaan digital yang sehat. Orang tua dianjurkan menetapkan aturan penggunaan gawai, seperti batas waktu harian, area bebas gawai saat makan bersama, dan tidak menggunakan perangkat elektronik menjelang waktu tidur.

Selain itu, orang tua juga disarankan menjadi contoh dengan tidak terlalu sering menggunakan ponsel saat bersama anak. Kebiasaan ini dapat membantu membangun komunikasi yang lebih baik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap layar.

Bangun Kebiasaan Digital yang Sehat

Beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan antara lain:

Menentukan jadwal penggunaan gawai sesuai usia anak.

Memilih konten edukatif dan ramah anak.

Mengajak anak berdiskusi mengenai apa yang mereka tonton.

Mendorong aktivitas fisik dan permainan di luar ruangan.

Membiasakan waktu tanpa gawai bersama keluarga setiap hari.

Budaya scroll tanpa henti memang menjadi tantangan baru bagi keluarga di era digital. Namun, kondisi ini tidak selalu harus dipandang sebagai ancaman. Dengan pendampingan yang tepat, aturan yang konsisten, serta keseimbangan antara aktivitas digital dan kehidupan nyata, anak-anak Indonesia tetap dapat memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar dan berkembang tanpa mengorbankan kesehatan fisik maupun mental mereka.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....