Bagaimana Tiktok Mempengaruhi Cara Kita Melihat Diri Sendiri

  • 16 Jun 2026 20:11 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak - Di era media sosial, banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari untuk menonton video pendek di TikTok. Aplikasi ini dikenal karena kemampuannya menyajikan konten yang terasa sangat relevan dengan minat pengguna. Namun, muncul pertanyaan menarik: apakah algoritma TikTok hanya menampilkan apa yang kita sukai, atau justru ikut membentuk siapa diri kita?

Dilansir dari Dicoding, algoritma TikTok bekerja dengan menganalisis berbagai aktivitas pengguna, seperti video yang ditonton hingga selesai, disukai, dibagikan, atau dikomentari. Berdasarkan data tersebut, sistem akan merekomendasikan konten serupa agar pengguna terus tertarik. Akibatnya, seseorang bisa terus-menerus terpapar pada jenis konten tertentu, mulai dari tren fashion, gaya hidup, opini, hingga cara berpikir tertentu.

Tanpa disadari, paparan yang berulang dapat memengaruhi preferensi dan kebiasaan seseorang. Misalnya, seseorang yang sering melihat konten tentang gaya hidup produktif mungkin terdorong untuk mengikuti rutinitas yang sama. Di sisi lain, pengguna yang terus melihat standar kecantikan tertentu bisa mulai membandingkan dirinya dengan apa yang tampil di layar. Dalam kondisi ini, algoritma tidak secara langsung mengendalikan pengguna, tetapi berperan dalam membentuk lingkungan digital yang memengaruhi pilihan dan persepsi mereka.

Fenomena ini dikenal sebagai "filter bubble" atau gelembung informasi, yaitu kondisi ketika seseorang lebih sering menerima informasi yang sesuai dengan minat atau keyakinannya sendiri. Akibatnya, pengguna dapat kehilangan kesempatan untuk melihat perspektif yang berbeda. Jika dibiarkan, hal ini dapat mempersempit cara pandang terhadap dunia dan memengaruhi pembentukan identitas diri.

Meski demikian, penting untuk diingat bahwa manusia tetap memiliki kendali atas keputusan yang diambil. Algoritma hanya menyajikan pilihan, sedangkan pengguna tetap dapat memilih konten yang dikonsumsi, membatasi waktu penggunaan media sosial, atau mencari informasi dari berbagai sumber. Kesadaran digital menjadi kunci agar seseorang tidak sepenuhnya bergantung pada rekomendasi yang diberikan platform.

Algoritma TikTok memang memiliki pengaruh besar terhadap pengalaman pengguna di dunia digital. Namun, mengatakan bahwa algoritma sepenuhnya mengendalikan cara kita menjadi diri sendiri mungkin terlalu berlebihan. Identitas manusia dibentuk oleh banyak faktor, seperti keluarga, lingkungan sosial, pendidikan, pengalaman hidup, dan nilai-nilai pribadi. Algoritma hanyalah salah satu faktor baru yang ikut berperan dalam proses tersebut. Oleh karena itu, penting bagi pengguna untuk tetap kritis dan sadar terhadap apa yang mereka konsumsi di media sosial agar tidak kehilangan kendali atas diri mereka sendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....