Yayasan Rumsram Biak Numfor Gelar Kampanye Pendidikan Bagi Orang Tua Siswa SD
- 13 Jun 2026 10:59 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak – Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan peran aktif orang tua dalam mendukung pendidikan anak di rumah, Yayasan Rumsram bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor dan UNICEF yang didukung Pemerintah Jepang menggelar kampanye pendidikan bertema “Orang Tua Hebat, Anak Cerdas dan Sehat”. Kegiatan berlangsung di halaman SD Inpres Sorido Biak, Sabtu 13 Juni 2026.
Kampanye ini diikuti oleh orang tua siswa, guru, serta kepala sekolah dari sembilan SD dampingan Yayasan Rumsram. Rangkaian acara diawali dengan jalan sehat bersama, dilanjutkan dengan penyampaian materi dan sosialisasi pendidikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta tokoh perempuan Biak Numfor.

Direktur Yayasan Rumsram Biak Numfor, Simon Morin, menekankan bahwa kemampuan membaca, menulis, berhitung, serta pemenuhan gizi anak adalah fondasi utama pendidikan. Menurutnya, ketiga aspek ini masih menjadi tantangan di Biak Numfor, terutama di daerah-daerah terpencil.
“Literasi adalah kemampuan dasar. Kita tidak bisa memaksakan anak belajar jika gizinya tidak terpenuhi, sama seperti meminta orang bekerja tanpa memiliki tenaga,” ujarnya.
Morin juga menyampaikan kondisi di sekolah-sekolah pedalaman, seperti di Distrik Aimando, di mana kekurangan tenaga pengajar masih menjadi kendala. Ia mengakui bahwa masih ada pandangan sebagian orang tua yang menganggap tugas mengajar hanya menjadi tanggung jawab guru, sehingga tidak terlibat dalam mendampingi anak di rumah.
“Bahkan di kampung sudah ada akses internet, namun seringkali anak lebih banyak menghabiskan waktu bermain gawai tanpa pengawasan. Melalui program ini, kami ingin mencari model praktik baik yang nantinya bisa diterapkan di sekolah-sekolah lain yang belum terjangkau,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada lembaga pendamping, tetapi harus menjadi kerja sama berkelanjutan antara sekolah dan orang tua.
“Kemajuan Biak tidak hanya diukur dari kondisi kota saja, tetapi sampai ke pelosok kampung. Sumber daya manusia yang berkualitas adalah modal utama pembangunan daerah ini,” ungkap Simon Morin.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Biak Numfor, Kamaruddin, S.Pd., menyampaikan bahwa pendidikan memiliki peran strategis yang sama pentingnya dengan kesehatan. Ia menyebut pendidikan sebagai “vaksin sosial” yang melindungi anak dari kebodohan, kemiskinan, dan rasa rendah diri di masa depan.
“Jika anak sakit, kita segera berusaha mengobatinya. Tapi jika tidak diberi pendidikan, dampaknya tidak terasa hari ini — baru terasa 10 atau 20 tahun kemudian. Pendidikan adalah tangga yang mengangkat taraf hidup keluarga,” tegasnya.
Ia membagikan pengalaman pribadi, bagaimana pendidikan mengubah nasib keluarganya dan mengangkat status sosialnya. Menurutnya, kecerdasan tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga mencakup seni, olahraga, dan bakat lainnya. Hal ini pernah dikampanyekan melalui program Festival Biak Pintar dengan semangat “Merayakan Kecerdasan Majemuk”.
Mengenai perkembangan mutu pendidikan, Kemarudin menyampaikan bahwa berdasarkan Rapor Pendidikan Kabupaten Biak Numfor, indeks literasi dan numerasi mengalami kenaikan meskipun masih lambat dan belum merata. Lingkungan sekolah juga menunjukkan peningkatan yang cukup baik.

“Kenaikan meskipun kecil tetap menjadi kemajuan. Namun kerja keras guru harus didukung oleh peran orang tua di rumah. Jangan biarkan anak pulang sekolah hanya menghabiskan waktu dengan gawai tanpa pengawasan,” ungkapnya.
Melalui kampanye ini, diharapkan terbangun pemahaman baru di kalangan orang tua bahwa mendidik anak adalah tanggung jawab bersama antara keluarga dan sekolah. Dukungan yang konsisten di rumah akan melengkapi pembelajaran yang didapat di sekolah, sehingga tercipta lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....