Apakah Dunia Nyata Mulai Digantikan oleh Layar?

  • 26 Mei 2026 05:46 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak - Di era digital, layar telah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan manusia. Ponsel, laptop, tablet, dan televisi bukan lagi sekadar alat hiburan, tetapi juga menjadi jendela utama untuk melihat dunia. Melalui layar, orang dapat belajar, bekerja, berkomunikasi, hingga mencari hiburan tanpa harus keluar rumah.

Dikutip dari iainutuban.ac.id, Perubahan ini semakin terasa sejak kebiasaan digital berkembang pesat. Banyak aktivitas yang dulu dilakukan secara langsung kini berpindah ke ruang virtual. Pertemuan dilakukan lewat video call, berita dibaca melalui media sosial, dan pertemanan pun sering terjalin melalui internet.

Di satu sisi, teknologi memberikan kemudahan luar biasa. Informasi dapat diakses dalam hitungan detik, jarak terasa lebih dekat, dan peluang belajar terbuka lebih luas. Namun, ketika layar menjadi satu-satunya jendela ke dunia, ada hal-hal yang perlahan mulai hilang, seperti interaksi langsung, pengalaman sosial nyata, dan waktu untuk benar-benar hadir di sekitar kita.

Terlalu lama hidup di balik layar juga dapat membuat seseorang merasa lelah secara mental. Banyak orang tanpa sadar terus menggulir media sosial, membandingkan hidupnya dengan orang lain, atau merasa sulit lepas dari dunia digital.

Karena itu, penting untuk menjaga keseimbangan antara kehidupan online dan dunia nyata. Teknologi seharusnya menjadi alat yang membantu manusia, bukan menggantikan seluruh pengalaman hidup. Sebab, dunia tidak hanya ada di dalam layar, tetapi juga di sekitar kita yang nyata untuk dirasakan langsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....