Langkah Sederhana Mengelola Sampah Rumah Tangga
- 19 Mei 2026 18:05 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak - Sampah rumah tangga merupakan sisa kegiatan sehari-hari yang dihasilkan dari aktivitas di rumah. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah dapat menimbulkan pencemaran lingkungan, bau tidak sedap, hingga gangguan kesehatan. Oleh karena itu, masyarakat penting mengenali jenis-jenis sampah rumah tangga agar pengelolaannya menjadi lebih efektif dan ramah lingkungan. Dilansir dari fimela, berikut ini beberapa langkah sederhana mengelola sampah rumah tangga.
1. Sampah Organik
Sampah organik adalah sampah yang berasal dari makhluk hidup dan mudah terurai secara alami. Jenis sampah ini biasanya cepat membusuk. Contohnya sisa makanan, kulit buah dan sayuran, daun kering, ampas kopi dan teh, hingga tulang ikan atau ayam. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, pupuk cair organik, maupun pakan ternak tertentu. Pengolahan ini membantu mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir.
2. Sampah Anorganik
Sampah anorganik merupakan sampah yang sulit terurai secara alami dan umumnya berasal dari bahan buatan manusia. Contohnya botol plastik, kaleng minuman, kaca, styrofoam, dan bungkus makanan. Pengelolaannya dapat dilakukan dengan memilah sampah berdasarkan jenis material, mendaur ulang plastik, kaca, dan logam, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, serta menggunakan kembali barang yang masih layak. Sampah anorganik juga memiliki nilai ekonomi jika dikelola melalui bank sampah atau industri daur ulang.
3. Sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)
Sampah B3 adalah jenis sampah yang mengandung zat berbahaya dan dapat mencemari lingkungan maupun membahayakan kesehatan manusia. Contohnya baterai bekas, lampu neon, obat kedaluwarsa, cat dan thinner, serta cairan pembersih kimia. Sampah B3 tidak boleh dicampur dengan sampah biasa. Sampah jenis ini sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup dan diserahkan ke tempat pengolahan limbah B3 resmi agar tidak mencemari tanah dan air.
4. Sampah Elektronik (E-Waste)
Sampah elektronik berasal dari perangkat elektronik yang sudah rusak atau tidak digunakan lagi. Contohnya handphone rusak, charger bekas, televisi rusak, kabel elektronik, hingga laptop atau komputer lama. Pengelolaannya dapat dilakukan dengan mendaur ulang melalui tempat khusus limbah elektronik, mendonasikan barang yang masih dapat diperbaiki, serta memisahkan komponen berbahaya. Sampah elektronik mengandung logam berat yang berbahaya jika dibuang sembarangan.
5. Sampah Residu
Sampah residu adalah sampah yang sulit didaur ulang maupun diolah kembali. Contohnya popok sekali pakai, tisu bekas, puntung rokok, dan masker sekali pakai. Cara pengelolaannya yaitu dengan mengurangi penggunaan produk sekali pakai, membungkus sampah dengan rapi sebelum dibuang, dan membuangnya pada tempat sampah khusus residu.
Memilah sampah rumah tangga sejak dari rumah memiliki banyak manfaat, antara lain mengurangi pencemaran lingkungan, memudahkan proses daur ulang, mengurangi volume sampah di tempat pembuangan akhir, menjaga kebersihan lingkungan, serta memberikan nilai ekonomi dari jenis sampah tertentu. Dengan memahami perbedaan jenis sampah rumah tangga, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam mengelola sampah sehingga lingkungan tetap bersih, sehat, dan lestari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....